Sabtu, 07 Agustus 2010

Memberi Celah

Gubernur Jakarta mengajak FPI untuk turut "mengamankan" bulan Ramadan: "Kita mengajak FPI sebagai komponen masyarakat untuk mengamankan bulan Ramadan, supaya umat Islam menjalankan ibadah lebih kusyuk," tutur Fauzi Bowo. Mungkin niat Foke, sapaan terhadap Fauzi Bowo, bermakna positif karena hendak melibatkan FPI dalam bulan suci sehingga mereka tidak bertindak beringas dengan melakukan aksi "sweeping" seenaknya, namun ajakannya tersebut bisa berubah menjadi bumerang. Artinya, bisa saja malah diartikan kemudian disalahgunakan oleh FPI sebagai tanda bahwa mereka bisa bertindak semaunya. 

Pernyataan Foke yang mengatakan "FPI sebagai komponen masyarakat" ternyata selama ini lebih mencerminkan bahwa FPI sebagai ormas Islam radikal yang suka bertindak sok jagoan dengan seenak perutnya menggelar berbagai tindakan kekerasan yang dilandaskan pada hukum Islam. Ajakan Gubernur Jakarta untuk melibatkan FPI "mengamankan" bulan suci Ramadan bisa berujung pada tindakan semena-mena FPI karena dianggap telah memperoleh legitimasi atas "undangan" langsung dari Gubernur Jakarta. Ajakan Foke sesungguhnya telah memberikan celah dan kesempatan pada FPI untuk bertindak seenaknya sendiri. Mengapa dikatakan demikian? Coba saja tengok rekam jejak aksi-aksi FPI selama ini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Tidak setuju dengan pandangan saya? Silahkan mendebatnya.