Selasa, 03 Agustus 2010

Butuh Uang Tambahan

Seorang pendeta dari suku Indian Aymara agaknya membutuhkan uang tambahan, bahkan bukan dalam jumlah yang kecil karena polisi menemukan laboratorium kokain di rumahnya. Kokain mentah yang ditemukan di rumah pendeta itu bernilai sekitar 240.000 dollar AS. Sepertinya pekerjaan sebagai seorang pendeta di Bolivia sangat tidak mencukupi biaya hidup yang harus ditanggungnya sehingga ia pun rela mengambil resiko dengan menyimpan kokain di rumahnya dalam jumlah yang sangat besar. 

Mungkin yang ada dalam pikiran pendeta itu bahwa ia tidak akan dicurigai pihak keamanan jika menyimpan narkoba (dhi. kokain) karena ia merupakan seorang pendeta. Ini merupakan pikiran yang umum. Artinya, tidak seorang pun akan menyangka jika seseorang yang berprofesi sebagai pendeta akan berani menyimpan kokain di rumahnya karena anggapan sebagian besar masyarakat bahwa pendeta merupakan sosok yang "baik-baik" alias tidak akan melakukan tindakan tercela apalagi menyimpan narkoba di rumahnya. Namun kenyataan malah berbicara sebaliknya ketika polisi menemukan kokain yang bernilai sangat tinggi di rumah seorang pendeta Indian. 

Oleh karena itu tidak perlu heran jika tidak sedikit orang beragama yang berprofesi atau memiliki pekerjaan sambilan sebagai bandar narkoba, wong pemimpin agamanya saja menyimpan kokain dalam jumlah yang sangat banyak di rumahnya koq! Bahkan beberapa orang akan berpikiran, jika pemimpin agamanya saja boleh menyimpan kokain di rumahnya berarti ia juga boleh memiliki narkoba. Jika ini sungguh-sungguh terjadi maka semakin tercorenglah wajah orang-orang para pemimpin agama yang selalu digadang-gadang sebagai sosok panutan dalam masyarakat karena menjadi contoh yang baik bagi para pengikutnya. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Tidak setuju dengan pandangan saya? Silahkan mendebatnya.