Sabtu, 23 Januari 2010

Pisau Ockham

Para skeptik seringkali menyebut Pisau Ockham (Ockham's Razor). Pisau Ockham digunakan untuk memilih salah satu dari berbagai pilihan penjelasan mengenai suatu hal, khususnya ketika belum ada pilihan yang telah dibuktikan kebenarannya atau belum dibuktikan ketidakbenarannya. Pisau Ockham akan menolong orang dengan menuntunnya pada satu pilihan yang lebih jelas dan nyata. dibandingkan pilihan (-pilihan) lainnya. Oleh karena itu, apakah Pisau Ockham itu?

Istilah "Pisau Ockham" berasal dari seorang filsuf Inggris di abad Pertengahan yang bernama William dari Ockham (1285-1349). Secara sederhana Pisau Ockham mengatakan, "keragaman seharusnya tidak diangkat/dikemukakan jika tidak diperlukan". Ketika pernyataan ini diterapkan dalam konteks masa kini, maka menjadi, "jangan membuat hal yang tidak perlu untuk menjelaskan sesuatu".

Demi mempermudah maka perlu digunakan contoh. Seumpama saya memiliki seekor anjing. Pada suatu malam saya meninggalkan satu mangkok susu di atas wastafel, kemudian pada pagi hari saya menemukan mangkok yang tadinya berisi susu itu telah kosong. Yang tinggal di rumah itu hanya saya dan seekor anjing. Tidak ditemukan bukti sekecil apapun bahwa ketika saya tidur ada orang ataupun kucing yang masuk ke dalam rumah. Rumah itu juga bersih dari tikus.

Mengenai hal tersebut setidaknya ada dua kemungkinan yang bisa diangkat:

1. Pada malam hari ketika saya tidur anjing saya telah meminum habis susu di mangkok itu
atau
2. Pada malam hari ketika saya tidur bergentayangan peri susu di rumah saya dan karena haus ia meminum habis susu di mangkok itu.

Apa yang terjadi pada susu di mangkok itu? Siapa yang telah meminumnya? Ataukah siapa yang telah mencuri susu di mangkok itu?

Jika pertanyaan-pertanyaan tadi dijawab menggunakan Pisau Ockham, maka pilihan nomor dua tidak akan menjadi jawabannya. Mengapa? Jika pilihan nomor dua yang menjadi jawabannya, maka orang yang memilih nomor dua pertama-tama harus bisa membuktikan bahwa memang ada makhluk yang disebut peri susu itu. Kedua, jika peri susu adalah makhluk yang tidak beraga alias roh, maka harus bisa dibuktikan bagaimana bisa sesuatu tidak beraga mampu menyentuh bahkan menghabiskan semangkok susu. Ketiga, jika memang ada makhluk yang disebut peri susu, dari mana ia berasal? Apakah dari luar rumah? Atau?

Bagaimana dengan anjing di rumah saya? Apakah ia bisa dibuktikan telah meminum habis susu itu? Bagaimana membuktikan bahwa anjing itu telah meminum habis susu itu karena tidak seorang pun yang melihat! Tidak ada bukti jika anjing itu telah meminum susu di mangkok. Dengan demikian, orang tidak dapat membuktikan bahwa susu di mangkok telah diminum oleh seekor anjing, dan tidak dapat dibuktikan juga bahwa tidak ada peri susu yang telah meminum susu itu. Jika demikian, apa yang bisa dikatakan mengenai raibnya susu di mangkok itu?

Mari kembali pada apa yang dikatakan Pisau Ockham. Bagaimana Pisau Ockham dapat menjawab kasus di atas. Terhadap dua pilihan yang ada, maka orang harus memperlakukan kedua pilihan tadi dengan seimbang. Artinya, kedua pilihan itu sama-sama dilihat memiliki kemungkinan. Namun, tidak berhenti hanya pada kemungkinan yang ada, melainkan pilihan mana yang memiliki kemungkinan yang lebih kuat atau paling kuat di antara keduanya. Satu hal yang pasti dan jelas ada seekor anjing di rumah. Sementara itu, sama sekali tidak pasti dan tidak jelas apakah ada makhluk yang disebut peri susu itu. Pisau Ockham bekerja bukan untuk memberikan jawaban yang pasti terhadap suatu hal melainkan mengarahkan pada salah satu pilihan yang lebih jelas dan nyata. Memang, tidak dapat dibuktikan bahwa anjing telah meminum susu di mangkok itu, tetapi yang jelas dan nyata bahwa ada anjing di rumah itu. Bagaimana dengan kemungkinan adanya peri susu? Apakah peri susu adalah sesuatu yang jelas dan nyata? Jika orang ngotot mengatakan bahwa peri susu-lah yang telah meminum susu di mangkok itu, maka sekarang menjadi "beban" dan "tugas" orang itu yang harus menjawab dan membuktikan ketiga hal yang menjadi pertanyaan di atas.

Pisau Ockham dapat diterapkan dalam hal apapun. Hal yang harus ditekankan dan diingat adalah bahwa Pisau Ockham tidak bekerja untuk mencari dan menemukan jawaban yang paling tepat, tetapi mengarahkan pada pilihan yang lebih jelas dan nyata. Pisau Ockham bekerja untuk memisahkan antara bukti-bukti yang jelas dan nyata dan bukti-bukti yang tidak jelas dan tidak nyata. Pisau Ockham bekerja demi mengarahkan pada pilihan yang paling jelas dan nyata sampai ditemukan bukti-bukti baru yang lebih jelas dan nyata dari bukti-bukti sebelumnya. Tanpa adanya bukti-bukti yang jelas dan nyata, maka seseorang mudah terjebak dengan mempercayai sesuatu seperti mempercayai adanya peri susu yang telah meminum habis susu di mangkok tadi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Tidak setuju dengan pandangan saya? Silahkan mendebatnya.