Tampilkan postingan dengan label Paranormal. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Paranormal. Tampilkan semua postingan

Senin, 29 November 2010

Hantu Perempuan Tertangkap Kamera?


Warga Kelurahan Mimbaan, Situbondo, Jawa Timur, dihebohkan oleh keberadaan sosok berwarna putih yang diyakini sebagai hantu dan berhasil ditangkap kamera. Hantu tersebut diduga belakangan ini telah mengganggu satu keluarga, khususnya salah seorang anggota keluarga (pemuda) yang mengklaim beberapa kali ditindih oleh hantu tersebut. Beberapa orang bahkan yakin bahwa hantu yang berhasil ditangkap dan dimasukkan ke dalam botol itu berjenis kelamin perempuan.

Berikut adalah beberapa kejanggalan yang muncul setelah memperhatikan berita dan gambar yang diyakini beberapa orang sebagai sosok hantu itu: 

1. Diklaim bahwa hantu tersebut berjenis kelamin perempuan. Apakah dasarnya? Ketika memperhatikan gambar yang ditampilkan, tidak terlihat ciri-ciri jika hantu tersebut berjenis kelamin perempuan (misalnya: berambut panjang), kecuali hantu tersebut berambut pendek. Oleh karena itu, jika mendasarkan pada foto/gambar, seperti yang ditampilkan dalam berita, maka klaim bahwa hantu tersebut berjenis kelamin perempuan sangatlah lemah.

2. Klaim bahwa ada hantu perempuan yang selama ini mengganggu hanya dikatakan oleh seorang anggota keluarga. Kemungkinan besar ia mengatakan hantu yang mengganggu bahkan menindihnya berjenis kelamin perempuan karena yang mengatakan hal tersebut adalah seorang laki-laki. Sangat mungkin pernyataan ini didasarkan pada argumen: oleh karena yang ditindih adalah laki-laki, maka sudah pasti hantu yang menindih berkelamin perempuan, karena tidak mungkin hantu laki-laki (mau) menindih laki-laki. Pernyataannya anggota keluarga yang mengaku diganggu dan ditindih hantu laki-laki tersebut tidak didukung oleh keterangan lainnya, misalnya dengan menyebutkan ciri-ciri fisik perempuan secara rinci (rambut, buah dada, dan/atau suara). Dengan demikian, klaim bahwa ada hantu perempuan yang telah mengganggu sangat lemah karena tidak ditopang oleh penjelasan yang lebih rinci dan jelas.

3. Inti dan yang paling menghebohkan adalah hantu tersebut dapat ditangkap dan dimasukkan ke dalam sebuah botol bening kemudian diabadikan dengan kamera. Jika memang ada yang dinamakan/disebut hantu kemudian bisa dimasukkan ke dalam botol, berarti definisi yang selama ini menjelaskan hantu sebagai "makhluk halus" yang tidak bisa disentuh dan menyentuh harus dirubah dan diganti karena ternyata hantu adalah makhluk yang bisa disentuh/dirasa dan menyentuh. (Hal yang sama berlaku pada poin dua.) 

4. Hal berikut yang mirip dengan hal di atas adalah, jika hantu adalah "makhluk halus" yang bisa ditangkap dengan kamera dan mata, berarti definisi hantu sebagai "makhluk halus" yang tidak bisa dilihat kasat mata haruslah dirubah karena sekarang hantu bisa dilihat secara kasat mata bahkan tertangkap oleh kamera.

Demi membuktikan dan menguji bahwa yang di dalam botol itu sungguh-sungguh hantu berarti  orang diperkenankan menyentuhnya, jadi tidak hanya mendasarkan kepercayaannya pada penglihatan apalagi pendengaran (mendengar cerita orang-orang). Jika yang di dalam botol itu sosok hantu biarlah beberapa orang - sebelumnya sama sekali tidak diberitahu jika sosok di dalam botol itu hantu - mencoba menyentuh, menggenggam, bahkan mengeluarkannya dari botol untuk dilihat dari luar botol. Inilah yang dinamakan dengan double-blind investigation

Tujuan utama dilakukannya langkah pembuktian seperti ini untuk menguji seberapa kuat dan sahih pernyataan orang dan fenomen yang ada. Jika dari lebih dari dua orang mengatakan bahwa ada sesuatu (benda fisik/materil) di dalam botol itu yang bisa disentuh, bahkan digenggam dan dibawa ke luar dari botol untuk dilihat oleh lebih banyak orang berarti pernyataan orang bahwa sosok di dalam botol itu adalah hantu bisa diperhitungkan sebagai kebenaran.

5. Sejauh yang bisa dilihat karena berita hanya menampilkan satu gambar mengenai adanya sesuatu di dalam botol, seharusnya foto mengenai sosok di dalam botol tersebut diambil dari sebanyak mungkin sudut/arah. Hal inilah yang dilakukan ketika para peneliti mengkaji suatu fenomen/peristiwa. (Hal yang serupa dilakukan polisi atau kriminolog dengan mengambil sebanyak mungkin gambar satu objek dari berbagai sudut/arah.) Ini dilakukan untuk memperoleh kejernihan dan objektivitas sebuah objek. Jika objek yang sama direkam oleh kamera foto dari berbagai sudut/arah dan menghasilkan gambar yang serupa serta menghasilkan gambar/foto yang sama, hanya sudutnya saja yang berbeda, barulah objek tersebut bisa dianggap sebagai sesuatu yang nyata. 

Namun, jika pada sudut/arah lain objek tersebut tidak "berubah bentuk" dengan tingkat perubahan yang sangat besar, atau bahkan tidak nampak sama sekali, berarti jelas, objek yang hanya bisa direkam dari satu sudut/arah haruslah diperhitungkan sebagai hasil dari pantulan cahaya dari objek lain ataupun adanya partikel yang sangat kecil/halus yang menempel pada lensa kamera sehingga menghadirkan foto/gambar berwarna putih karena sangat mungkin jika partikel debu yang sangat halus atau setitik air menempel pada lensa sehingga menghasilkan gambar seperti di berita di atas.
Dengan demikian, klaim adanya hantu berjenis kelamin perempuan yang berhasil ditangkap dan dimasukkan ke dalam botol bening kemudian diabadikan oleh kamera foto sangatlah lemah karena tidak didukung oleh penjelasan yang rinci dan bukti-bukti fisik relevan yang bisa dipertanggungjawabkan penjelasannya. Selama hal-hal tersebut tidak bisa disajikan, maka klaim tersebut haruslah dianggap sebagai sesuatu yang tidak terbukti kebenarannya.

Jumat, 12 November 2010

Kejahatan X Kebaikan

Begitu banyak orang beranggapan dan percaya jika kesurupan terjadi akibat unsur yang berasal dari luar tubuh seseorang (seperti: hantu/makhluk halus) kemudian hantu tersebut merasuki tubuh orang itu. Dengan demikian, begitu banyak orang mengatakan bahwa kesurupan diakibatkan oleh gangguan yang dialami manusia berasal dari luar unsur tubuhnya. Apakah benar demikian? Pandangan ini salah dan cenderung menyederhanakan persoalan dengan meniadakan unsur yang berasal dari dalam tubuh manusia.   

Contoh kesurupan yang dipercayai hanya akibat yang berasal dari luar tubuh manusia adalah terjadi baru-baru ini di Bangkalan, Madura, di mana sekitar 10 siswa mengalami kesurupan. Peristiwa kesurupan terjadi ketika para siswa tersebut sedang mengikuti salah satu kegiatan yang diadakan sekolah. Namun, pihak sekolah segera menyatakan bahwa anak-anak yang kesurupan itu bukan akibat kegiatan sekolah yang diadakan sekolah melainkan hal lainnya, seperti: 
1. Sekolah akan mengadakan kegiatan agama.
2. Sekolah menebang beberapa pohon besar di lingkungan sekolah.

Pihak sekolah menganggap jika kedua hal ini menjadi penyebab kesurupan yang dialami anak-anak akibat "penunggu" sekolah tidak suka/marah sehingga "penunggu" itu merasuki beberapa siswa. Dengan demikian, pihak sekolah menolak jika acara yang diadakan sekolah sebagai penyebab beberapa anak mengalami kesurupan dan lebih "menyalahkan" sesuatu yang bernuansa supernatural. Ini artinya, sekolah lebih percaya pada sesuatu yang tidak kasat mata ketimbang yang kasat mata dan memiliki materi.

Mengapa hal demikian bisa terjadi? Hal seperti itu bisa terjadi karena  hal-hal yang bernuansa supernatural lebih misterius dan seru dibandingkan hal-hal yang terlihat kasat mata. Hal-hal yang tidak kasat mata bisa membuat merinding ketimbang hal-hal materil yang tidak bisa membuat bulu kuduk berdiri. Hal ini sejajar dengan agama dan kepercayaan kepada Tuhan, di mana bisa membuat manusia takjub, merinding, bahagia, bahkan menangis. Artinya, manusia menggemari hal-hal yang membuat emosinya "naik-turun" karena sesuatu yang misterius dan tidak kasat mata. Oleh karena itu, tidaklah mengherankan ketika melihat/mengetahui bagaimana cara manusia menangani fenomena kesurupan, yakni dengan membacakan ayat-ayat yang berasal dari "kitab suci."

Pembacaan ayat-ayat "kitab suci" yang ditujukan bagi orang-orang yang mengalami kesurupan didasarkan pada kepercayaan bahwa kesurupan diakibatkan oleh sesuatu supernatural yang jahat, oleh karenanya harus dilawan oleh sesuatu supernatural juga, namun yang baik. Jadi, ada pemikiran banyak orang bahwa sesuatu yang tidak kelihatan harus diperhadapkan dengan sesuatu yang tidak juga tidak kelihatan, dan karena kesurupan diakibatkan oleh hantu, maka harus dilawan oleh Tuhan. Kejahatan harus dilawan oleh kebaikan. Akibatnya, banyak orang meniadakan atau tidak mempedulikan hal-hal yang sesungguhnya kasat mata. Artinya, orang lebih mempercayai hal-hal yang tidak kelihatan (supernatural) ketimbang hal-hal yang keliatan (material). 

Contoh inilah yang ditemukan dalam berita di atas ketika pihak sekolah bukannya memperhatikan kegiatan telah dan sedang dilakukan anak-anak melainkan membiarkan pikirannya dikuasai oleh hal-hal yang tidak kelihatan. Pihak sekolah sama sekali tidak memperhitungkan kemungkinan jika kegiatan yang diadakannya telah membuat beberapa anak merasa tidak nyaman, dan anak-anak yang tidak merasa nyaman tersebut tidak memiliki pikiran yang kuat sehingga mereka mengalami kesurupan. Inilah salah satu contoh nyata (lagi) di mana manusia lebih mempercayai sesuatu yang supernatural ketimbang material. Akibatnya, penanganan yang diberikan pun sangat sederhana bahkan ga nyambung karena menafikan psikologi serta melibatkan orang-orang yang keliru.

Kamis, 11 November 2010

Hantu Curhat

Dua remaja perempuan (SMP) yang berada dalam keadaan "kesurupan" mengaku jika hantu yang ditemui masing-masing perempuan itu mengajak mereka curhat. Salah seorang remaja  perempuan yang kesurupan itu mengatakan bahwa hantu (makhluk halus) yang dijumpainya dalam keadaan kesurupan itu bercerita tentang keluarganya, bahkan meminta tolong agar anaknya yang sedang sakit ditolong. Sementara remaja yang lainnya mengaku ketika dalam keadaan kesurupan ia berjumpa dengan seorang anak kecil dan perempuan sama-sama mengenakan pakaian putih. Dan ia mengatakan bahwa perempuan yang dijumpainya itu mengajaknya curhat. Mungkin banyak orang dengan cepat menghakimi atau menganggap pernyataan kedua remaja perempuan itu sebagai hal yang bohong-bohongan atau yang mereka katakan tidak lebih dari omong kosong. Sikap-sikap seperti itu tidaklah bijak karena ada sikap yang lain yang bisa ditampilkan.

Fenomena kesurupan mesti dipahami sebagai peristiwa yang sungguh terjadi. Artinya, orang yang mengalaminya tidak sedang melakukan kebohongan ataupun omong kosong, jika ia benar-benar mengalami kesurupan. Peristiwa kesurupan memang bisa terjadi akibat pikiran seseorang tidak mampu lagi menampung atau menguasai emosi yang berada dalam diri seorang ketika berbenturan dengan kenyataan sosial yang dialami orang tersebut. Ketika pikiran tersebut tidak mampu menguasai benturan kedua hal itu, misalnya dengan menyalurkannya pada aktivitas tertentu, maka yang terjadi adalah "kesurupan." 

Oleh karena itulah harus dikatakan bahwa kesurupan yang dialami seseorang bukanlah akibat tubuh ataupun pikiran orang itu dimasuki oleh hantu (makhluk halus) melainkan akibat pikiran yang tidak mampu menguasai emosinya setelah orang tersebut mengalami suatu peristiwa yang menekan pikirannya. Orang yang mengalami kesurupan bukanlah sedang melakukan kebohongan atau omong kosong melainkan pikirannya tidak mampu menampung emosi yang begitu meluap sehingga hal tersebut membuat tubuhnya melakukan gerakan-gerakan motorik di luar kemampuan kendali pikirannya. Oleh karena itulah sama sekali tidak perlu menjadi heran ketika orang kesurupan tubuhnya menjadi mengejang, tidak jarang disertai dengan teriakan, bahkan tangisan, dan banyak gerakan yang jika dalam keadaan sadar orang tersebut tidak akan dan tidak mampu melakukannya.

Bagaimana dengan pengakuan kedua remaja perempuan dalam berita di atas yang mengaku masing-masing telah bertemu dengan hantu yang curhat dengan mereka? Apakah mereka mengatakan sesuatu yang omong kosong atau benar? Kedua remaja tersebut tidak mengatakan hal yang omong kosong apalagi berbohong, tetapi mereka menyampaikan ingatan tertentu yang muncul di dalam pikiran mereka. Namun ingatan tersebut sangat mungkin merupakan sesuatu yang sangat tidak menyenangkan buat mereka. Ingatan tersebut telah membangkitkan emosi tertentu yang tidak mampu ditampung atau dikendalikan atau disalurkan oleh pikiran mereka sehingga mereka pun mengalami kesurupan. 

Dari manakah ingatan itu berasal? Bisa jadi ingatan itu berasal dari pengalaman mereka, entah sudah lama ataupun tidak lama terjadi ketika mereka berjumpa atau mendengar cerita seseorang yang mengalami kesulitan/kemalangan. Setelah mendengar cerita, maka cerita itu pun disimpan dalam memori otak mereka. Dan ketika mereka mengalami suatu peristiwa, entah mirip ataupun tidak mirip dengan pengalaman, maka ingatan yang tersimpan dalam memori otak itu pun muncul ketika mereka mengalami kesurupan, walaupun kemungkinan besar yang terjadi adalah bahwa peristiwa tersebut memiliki kemiripan dengan peristiwa yang pernah dialami. 

Jadi, jelas, kedua remaja perempuan dalam berita di atas tidaklah bohong karena peristiwa berjumpa dengan orang yang mau curhat ketika mereka dalam keadaan kesurupan sungguh-sungguh terjadi. Ya, terjadi dalam pikiran mereka, bukan di luar pikiran mereka. Dengan demikian, pengakuan kedua perempuan remaja itu sama sekali bukanlah omong kosong karena mereka memang berjumpa dengan figur-figur tertentu dalam pikirannya, yang sangat mungkin dipicu oleh peristiwa serupa yang sangat tidak menyenangkan pikiran mereka sehingga ingatan yang mirip itu pun muncul ketika mereka mengalami kesurupan.

Ketakutan > Loncat

Ternyata ketakutan bisa mengakibatkan peristiwa yang cukup tragis, apalagi jika ketakutan itu begitu mencekam sehingga orang yang mengalaminya tidak mampu memisahkan dan membedakan antara kenyataan dan halusinasi. Hal inilah yang dialami 11 orang termasuk seorang bayi ketika mereka dikejutkan oleh teriakan seseorang yang menganggap dirinya telah melihat setan. Kontan setelah mendengar teriakan itu ke-11 orang itu pun loncat dari lantai dua sangking takutnya. Peristiwa konyol tersebut terjadi sekitar pukul 03.00 ketika 13 orang sedang menonton televisi. Kemudian seorang laki-laki mendengar bayinya menangis, ia pun beranjak membuatkan susu dalam keadaan tidak mengenakan pakaian. Ketika sedang membuatkan susu itulah beberapa orang melihat laki-laki telanjang tersebut dan menganggapnya sebagai setan dengan berteriak, "Ada setan... ada setan...!" 

Ketika ketakutan yang mencekam menguasai seseorang akibat mudah terpengaruh oleh adanya teriakan, itu artinya orang tersebut tidak mampu membedakan antara hal yang riil/nyata dan hal yang merupakan halusinasi. Hal tersebut semakin diperparah karena orang tersebut sangat mudah percaya pada sesuatu yang berasal dari luar dirinya, misalnya: teriakan atau perkataan orang lain. Ia serta-merta percaya kepada orang lain dan hal itulah yang menyebabkannya bertindak/berlaku berdasarkan sesuatu yang berasal dari luar dirinya. Akibatnya, salah satunya adalah seperti peristiwa yang terjadi di Versailles, Perancis, dalam berita di atas.

Jika orang beranggapan rasionalitas seseorang menentukan keputusan yang dimiliki seseorang, khususnya dalam kaitannya dengan hal-hal supernatural dan paranormal, ternyata anggapan tersebut tidaklah tepat karena rasionalitas seseorang belum cukup membuat seseorang untuk mampu membedakan antara yang nyata dan halusinasi serta delusinasi. Artinya, rasionalitas seseorang tidak cukup untuk membuat manusia untuk tidak percaya dan menerima hal-hal yang supernatural dan paranormal, bahkan tidak jarang orang yang rasionalistis malah sangat mempercayai berbagai hal yang bernuansa supernatural dan paranormal.

Dengan demikian, hal apakah yang bisa dijadikan tolok ukur untuk menilai berbagai hal yang berkaitan dengan supernatural dan paranormal? Setidaknya ada satu "benteng" yang bisa diandalkan, yakni: sikap skeptis. Ini artinya jika seseorang memiliki sikap yang kritis, ia tidak akan mau, apalagi mudah, percaya pada pandangan ataupun kepercayaan orang lain. Seorang yang skeptis tidak akan menerima pernyataan ataupun argumen orang lain sekalipun pernyataan atau argumen itu dikeluarkan oleh otoritas tertentu dalam masyarakat. Seorang skeptik tidak mau menerima dan memeluk kepercayaan orang lain sebelum ia mengujinya terlebih dahulu dengan daya kritis yang dimilikinya.

Oleh karena itulah rasionalitas seseorang seharusnya muncul/berangkat dari sikap skeptis yang dimilikinya, di mana awalnya ia meragukan segala hal yang terjadi di sekitarnya, terlebih meragukan pernyataan ataupun argumen orang lain. Semangat seorang skeptik adalah meragukan setiap sebelum hal itu melalui "pengadilan" akal budinya sendiri yang didukung oleh pikiran kritis dan argumen kuat yang dimilikinya. Jika hal ini terjadi maka  sudah sepantasnyalah peristiwa konyol yang ada dalam berita di atas tidak akan terulang kembali.

Sabtu, 30 Oktober 2010

Tuyul Masuk Botol Aqua

Seorang warga Jalan Pulo Mawar, Grogol Utara, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, mengaku telah menangkap empat tuyul yang selama ini dianggap menjadi penyebab warga kehilangan uangnya. Warga yang mengklaim telah menangkap tuyul-tuyul itu pun mengaku keluarganya sering kehilangan uang. Sekitar seminggu lalu ia tidak sengaja melihat tuyul-tuyul itu lewat di depan rumahnya, dan ia pun langsung menangkap keempat tuyul tersebut yang kemudian dimasukkan ke dalam botol aqua ukuran tanggung. 

Berikut adalah beberapa kejanggalan yang bisa ditemukan dengan cukup mudah di dalam berita mengenai hal tersebut:

Pertama: di alinea pertama ditulis bahwa empat makhluk aneh (tuyul) ditangkap dalam waktu hampir bersamaan, namun di alinea ketiga dikatakan bahwa seorang warga menangkap keempat tuyul itu ketika keempatnya sedang lewat di depan rumahnya. "Kemudian tanpa pikir panjang dirinya langsung menangkap keempatnya" [tuyul-tuyul]. Berita di alinea ketiga tersebut bisa diartikan bahwa keempat tuyul itu ditangkap pada waktu yang bersamaan. Dengan demikian, dari berita tersebut tidak terlihat adanya kesamaan waktu, di mana alinea pertama  mengatakan hampir bersamaan sedangkan alinea kedua bersamaan. Ini artinya, ada perbedaan waktu mengenai penangkapan tuyul-tuyul tersebut.

Kedua: di alinea kedua tertulis: "Warga curiga dengan keberadaan tuyul yang dipelihara oleh seseorang." Jika warga bisa mengatakan hal tersebut, ini artinya warga sudah menyimpulkan bahwa ada tuyul dipelihara manusia. Atau, ada orang yang memelihara tuyul. Pertanyaannya adalah: bagaimana warga bisa mengetahui bahwa ada orang memelihara tuyul sedangkan belum melihat keberadaan tuyul itu sendiri? Ini artinya warga sudah memiliki asumsi mengenai keberadaan tuyul dari cerita-cerita yang diperolehnya, baik melalui orang lain maupun bacaan-bacaan populer.

Ketiga: di aline ketiga dikatakan bahwa, Toto, seorang warga yang menangkap keempat tuyul itu "tidak sengaja melihat tuyul-tuyul itu lewat di depan rumahnya" (penekanan ditambahkan), sementara di alinea berikutnya dikatakan: "keempat tuyul yang tidak dapat dilihat secara jelas itu . . . ." Jika tuyul adalah makhluk yang tidak dapat dilihat secara jelas, maka bagaimana bisa seseorang melihatnya hanya dengan cara tidak sengaja? Bagaimana orang yang sama bisa mengatakan bahwa yang dilihatnya secara tidak sengaja itu adalah makhluk yang disebut, dikenal, atau dinamakan tuyul? Dengan demikian, ini pun bisa dikatakan bahwa orang yang bersangkutan sebelumnya telah memiliki "gambaran" tertentu mengenai tuyul yang diperolehnya, baik melalui cerita-cerita orang maupun berita-berita di media populer mengenai keberadaan tuyul tersebut.

Keempat: berdasarkan berita dikatakan bahwa peristiwa penangkapan tuyul itu terjadi seminggu lalu, dan sejak itu banyak warga berdatangan ke kediaman Toto karena hendak menyaksikan atau membuktikan adanya tuyul dalam botol aqua tersebut. Jika benar demikian, mengapa sampai saat ini belum ada satu pun foto yang mengabadikan keberadaan tuyul-tuyul dalam botol aqua itu? Setidaknya, ada bukti fisik yang menyatakan bahwa benar ada tuyul yang ditangkap manusia kemudian dimasukkan ke dalam botol aqua. Jika ada bukti fisik yang menyatakan hal tersebut barulah penyelidikan lanjutan bisa dilakukan. Jika tidak, berarti penyelidikan terhadap keberadaan tuyul dalam berita tersebut pun berhenti sampai di sini. 

Jadi, apakah memang ada yang namanya tuyul itu, bahkan orang bisa menangkap dan memasukkannya ke dalam botol aqua? Berdasarkan keempat poin di atas, maka bisa disimpulkan bahwa keberadaan tuyul-tuyul tersebut hanyalah milik orang-orang yang memang sebelumnya sudah memiliki asumsi mengenai adanya tuyul. Bahkan mungkin lebih dari itu, orang-orang sudah percaya terlebih dulu bahwa makhluk yang dinamakan tuyul itu memang ada, nyata, riil. "Kepercayaan" yang sudah dimiliki itulah yang mengendalikan kesimpulan banyak orang mengenai suatu hal karena mereka percaya dulu baru membuktikan. Atau lebih tepatnya, banyak orang langsung percaya tanpa mau membuktikannya. Inilah yang dinamakan dengan self-confirmation bias, di mana orang mempercayai sesuatu yang sudah diyakininya lebih dulu sehingga apa yang dilihatnya menegaskan "kepercayaan"-nya tersebut.

Sabtu, 09 Oktober 2010

Daun Mangga Berdesah

Daun pohon mangga miliknya mengeluarkan suara desahan seperti orang bernafas, menurut pengakuan Hamran Datundugon. Karena pengakuannya tersebut banyak warga yang tinggal di sekitarnya berbondong-bondong mendatangi pohon itu untuk membuktikannya. Pengakuan pemilik pohon mangga tersebut diamini oleh tetangganya yang juga pernah mendengar suara yang sama, bahkan ia mengaku suara itu dapat terdengar sampai rumahnya meski samar-samar. Ia pun mengklaim bahwa pada saat itu tidak ada angin berhembus yang bisa menyebabkan daun-daun di pohon itu bergoyang sehingga dapat menghasilkan bunyi.  

Apakah pengakuan orang-orang yang mengatakan daun pohon mangga berdesah tanpa sama sekali ada angin bisa diterima dan dipercaya? Berikut adalah beberapa tanggapan dan pertanyaan yang mencoba menganalisis dan menguji keakuratan pengakuan dan keakuratan fenomena tersebut.

Pertama, pengakuan itu berasal hanya dari beberapa orang dan tidak didukung oleh pengakuan yang sama dari lebih banyak orang.

Kedua, sekalipun pengakuan itu berasal dari banyak orang, tidak serta-merta membuat pengakuan tersebut benar. Artinya, banyaknya orang tidak bisa dijadikan patokan untuk menyimpulkan bahwa sesuatu itu benar atau peristiwa tertentu sungguh-sungguh terjadi.

Ketiga, apa yang membuat daun pohon mangga milik Hamran Datundugon "istimewa" sehingga bisa mengeluarkan suara seperti orang berdesah sedangkan pohon mangga lainnya di seluruh dunia tidak bisa mengeluarkan suara seperti miliknya? Pertanyaan yang juga harus bisa dijawab adalah: mengapa daun pohon mangga tersebut mengeluarkan suara seperti desahan manusia?

Keempat, mengapa dikatakan ketika hari terang (bukan malam) daun pohon mangga itu tidak mengeluarkan suara? Mengapa ia hanya mengeluarkan desahan pada malam hari dan tidak pada siang hari?

Jika poin ketiga bisa dijawab, maka fenomena daun mangga yang berdesah itu bisa diperhitungkan sebagai peristiwa yang sungguh-sungguh terjadi dan bukan rekaan orang-orang yang sengaja melakukannya, entah awalnya berpikir pohon itu bisa mengeluarkan suara seperti desahan manusia ataupun sengaja mengarang cerita sehingga pohon dan dirinya menjadi tenar. Namun, jika poin ketiga tidak bisa dijawab, maka pengakuan mengenai daun mangga yang dianggap bisa berdesah itu tidak lebih dari kebohongan.

Selasa, 05 Oktober 2010

Ribuan Orang Menonton Kuntilanak Terbang

Warga kota Mamuju, Propinsi Sulawesi Barat (Sulbar) geger karena menyaksikan kuntilanak yang melayang-layang di atas sebuah rumah kosong di Jalan Macciranae. Diakui warga setempat bahwa kuntilanak itu terbang dan menghilang di langit menjelang tengah malam. Para saksi mata mengaku jika peristiwa itu terjadi lebih dari satu kali alias berulang kali. Dikabarkan juga bahwa peristiwa tersebut disaksikan bukan oleh beberapa atau puluhan orang, bahkan disaksikan ribuan orang. Apakah peristiwa penampakan kuntilanak yang disaksikan ribuan orang terbang berulang kali menjelang tengah malam itu bisa diperhitungkan sebagai sesuatu yang nyata? Apakah pengakuan ribuan orang yang menyaksikan peristiwa yang sama bisa dianggap sebagai kebenaran? Apakah pengakuan ribuan orang itu bisa dipercaya?

Mari kita perhatikan dua pengakuan dalam berita di atas, yang pertama berasal dari Iccal (alinea kedua). Dia mengatakan bahwa sudah beberapa hari belakangan (hingga Sabtu minggu lalu) warga sekitar tempat kejadian muncul dan terbangnya kuntilanak itu geger karena peristiwa tersebut. Pengakuan Iccal tersebut sama sekali tidak menyebutkan apakah ia sendiri pernah menyaksikan peristiwa yang sama melainkan hanya melaporkan bahwa warga dihebohkan oleh kemunculan kuntilanak. Oleh karena itulah ia tidak bisa dianggap sebagai saksi mata. Artinya, Iccal hanya melaporkan pengakuan yang didengar dari orang lain. Ini artinya ia tidak menguji informasih yang diperolehnya dari orang lain. Tidak begitu jelas apakah Iccal sendiri mempercayai pengkuan orang lain atau tidak mempercayainya. Dengan demikian, pengakuan Iccal tersebut tidak bisa dijadikan pegangan, patokan, apalagi dipercaya sebagai kebenaran karena ia hanya melaporkan pengakuan yang diperolehnya dari orang lain dan sama sekali tidak jelas, entah ia percaya ataupun tidak percaya pada informasi yang telah diperolehnya.

Pengakuan kedua berasal dari Bambang (khususnya alinea ketujuh). Berbeda dari Iccal yang sama sekali tidak jelas, apakah ia percaya atau tidak percaya pada kuntilanak yang terbang itu, sementara Bambang, mengaku telah melihat sendiri keberadaan kuntilanak itu. Meski ia mengaku telah melihat sendiri dengan jelas kuntilanak itu, namun ia tidak menjelaskan bentuk/rupa kuntilanak yang dilihatnya, apakah persis sama dengan bentuk/rupa yang sebelumnya dilihat warga, yakni "kain putih yang mengepak-ngepak" (alinea kelima) atau "kain putih melayang di udara yang terbang ke sana kemari" (alinea keenam). Pengakuan Bambang sama sekali tidak berisi informasi mengenai bentuk/rupa makhluk yang dilihatnya melainkan ia hanya mengatakan telah melihat makhluk tersebut. Dengan demikian, pengakuan Bambang pun tidak bisa diperhitungkan sebagai laporan yang kuat karena sama sekali tidak menyediakan informasi yang jelas. Artinya, pengakuan Bambang sangatlah akibat tidak didukung oleh informasi yang relevan.

Hal berikut yang harus juga diperhatikan dari berita di atas adalah banyaknya orang (ribuan) yang mengaku telah melihat kuntilanak itu. Sebagian besar orang begitu mudah menerima/percaya pada pengakuan orang lain dan menganggap jika suatu peristiwa disaksikan orang banyak maka peristiwa tersebut benar atau sungguh-sungguh terjadi. Ini adalah salah satu kesesatan dalam berpikir karena mengandalkan banyaknya suara yang mengatakan hal yang sama mengenai fenomena tertentu. Mengapa sesat? Karena belum tentu banyaknya suara (popularitas) sesuatu menjadikan hal tersebut sebagai kebenaran. Belum tentu suara terbanyak itu yang benar karena bisa saja yang banyak itu telah keliru atau bahkan salah melihat, menganalisis, dan menyimpulkan suatu objek atau fenomena. Inilah yang dinamakan dengan halusinasi massa ketika banyak orang menganggap telah melihat sesuatu dan memperhitungkannya sebagai kebenaran. Contoh: fenomena crop circle yang awalnya dianggap dibuat oleh alien ternyata dibuat oleh orang-orang yang memang sengaja membuatnya, entah untuk menipu orang lain (membuat heboh) ataupun sebagai suatu karya seni.

Dengan demikian, meski suatu peristiwa/fenomena diakui telah disaksikan oleh begitu banyak orang, hal tersebut tidak bisa dijadikan tolok ukur untuk menilai dan menyimpulkan hal tersebut sebagai kebenaran karena seringkali emosi seseorang terlibat bahkan menguasai orang-orang yang bersangkutan. Artinya, orang-orang tersebut memang sudah datang dengan keinginan yang kuat untuk melihat sesuatu yang sebelumnya sudah dipercayainya, atau setidaknya, mereka datang dengan keinginan yang begitu kuat untuk melihat sesuatu yang memang ingin dilihatnya. Mereka datang karena ingin memuaskan kepercayaan/keyakinan yang sudah dimiliknya terlebih dulu. Oleh karena itulah ketika mereka melihat sesuatu yang unik, janggal, atau aneh mereka segera menafsirkan dan menyimpulkan hal tersebut sebagai sesuatu yang sudah diyakininya. Dengan berdasar pada penilaian seperti inilah, maka fenomena kuntilanak yang melayang seperti di dalam berita di atas dianggap sebagai kebenaran oleh ribuan warga.

Jadi, bagaimanakah sikap yang bijak dalam menanggapi berita-berita dan berbagai pengakuan orang khususnya yang berbau paranormal? Pertama, orang harus dengan sadar penuh mencurigai suara terbanyak karena hal tersebut bisa saja salah karena sesungguhnya yang dialami orang banyak itu adalah apa yang dinamakan dengan halusinasi. Kedua, orang harus mengawasi emosi yang seringkali mengendalikan dirinya. Artinya, seseorang harus sadar penuh bahwa ia tidak boleh melibatkan emosinya ketika menafsirkan, menilai, dan menyimpulkan suatu peristiwa/fenomena. Bagaimana cara mengawasi dan mengendalikan kedua hal tersebut? Gunakanlah ilmu pengetahuan untuk menilai setiap hal yang bernuansa paranormal dan supernatural, tentu, dengan ditopang oleh pikiran kritis dan sikap skeptis. Jika ini dilakukan maka tidak akan terjadi hal seperti yang dialami ribuan warga Sulbar yang menafsirkan dan menyimpulkan kain putih yang melayang di udara sebagai makhluk yang disebut dengan kuntilanak yang sampai beberapa hari membuat heboh warga.

Jumat, 01 Oktober 2010

Salah Panggil

Setelah "kasus" salah penanganan yang dilakukan sebuah sekolah dengan memanggil polisi untuk menangani masalah psikologis yang dialami murid-muridnya, sekarang kasus yang serupa dilakukan sekolah lainnya ketika berusaha menangani permasalahan yang sama. Peristiwanya adalah ketika belasan murid salah satu SD di Kota Jambi mengalami kesurupan. Seperti yang dipahami dan diyakini kebanyakan orang lainnya, di mana fenomena kesurupan diakibatkan oleh makhluk halus yang masuk dan mengganggu jasmani seseorang, dan karenanya sekolah tersebut memanggil "orang pintar" untuk mengusir makhluk halus tersebut.

Tindakan yang dilakukan sekolah tersebut sangatlah tidak bijak dan sama sekali tidak tepat karena menunjukkan bahwa sekolah sama sekali tidak mengetahui permasalahan sesungguhnya yang telah terjadi. Oleh karena itulah para guru bukan hanya perlu dibekali dengan pengetahuan dan keterampilan, seperti: mendidik anak-anak, bagaimana menangani anak-anak yang membutuhkan penanganan khusus, dan menyusun rencana pengajaran, namun para guru perlu bahkan sangat perlu (melihat banyaknya kasus "kesurupan" yang dialami anak-anak di lingkungan sekolah) dibekali dengan pengetahuan psikologi dasar khususnya psikologi anak dan remaja. Ini dilakukan dengan harapan agar pihak sekolah mampu memberikan penanganan yang bijak dan cermat setiap kali murid (-muridnya) mengalami gangguan, tekanan, atau masalah psikologis di sekolah. Tentu hal seperti ini perlu didukung oleh pemerintah, khususnya Departemen Pendidikan untuk menjadi fasilitator, penyedia, atau  penyelenggara bagi pendidikan atau pelatihan bagi para guru terkait dengan psikologi dasar tersebut.

Jika setiap warga negara Indonesia termasuk pemerintah menganggap bahwa pendidikan adalah hal dasariah yang sangat penting bagi setiap warga (baca: anak), maka penanganan yang bijak dan tepat terhadap anak-anak merupakan sesuatu yang sangat penting dan mendesak untuk direalisasikan, terlebih ketika anak-anak mengalami peristiwa tertentu di lingkungan sekolah. Tentu, penanganan yang bijak dan tepat terhadap anak-anak yang dilakukan di sekolah sudah seharusnya dilakukan dengan berdasar pada pengetahuan relevan yang ditopang oleh pemikiran kritis yang memadai. Pengetahuan relevan yang dimaksud dalam konteks ini adalah dengan memperhatikan perkembangan psikologis anak/remaja dan konteks sosial di mana mereka hidup, baik di lingkungan sekolah bersama teman-temannya, hubungannya dengan para guru, dan tugas-tugas sekolah, maupun di rumah bersama keluarga, pergaulan di sekitar rumah, dan tugas-tugas yang dikerjakan di rumah. Ketika perkembangan psikologis anak/remaja diperhatikan dalam kaitannya dengan konteks sosial anak/remaja yang luas, maka diharapkan para guru mampu memahami sedikit-banyak murid-muridnya. Tentu tidak secara keseluruhan dan mendalam, namun setidaknya, para guru cukup bisa mengetahui ketika murid (-muridnya) mengalami masalah psikologis tertentu.

Tawaran atau saran di atas bukanlah suatu mission impossible atau sesuatu yang mengawang-awang, namun sebaliknya, suatu yang sangat masuk akal, realistis, dan tidak sulit untuk diejawantahkan. Hal yang dibutuhkan adalah kemauan dan komitmen untuk memperlakukan dan menangani anak-anak didik dengan bijak dan tepat yang semuanya dilandaskan pada pengetahuan yang relevan dan pemikiran kritis yang memadai. Jika ini bisa dilakukan maka niscaya pihak sekolah tidak perlu dan tidak akan memanggil "orang pintar" ke sekolah karena yang dialami anak-anak itu sesungguhnya adalah perihal psikologis bukannya sesuatu yang bernuansa paranormal.

Selasa, 21 September 2010

Iseng

Memang harus diakui jika banyak orang menyukai atau tertarik pada hal-hal misterius, seperti penampakan hantu, kuntilanak, tuyul, dan sejenisnya. Hal itu ditunjukkan dengan tidak sedikit nang yang mudah dan cepat memberikan berbagai penafsiran paranormal terkait dengan hal-hal itu tanpa memperhatikan berbagai bukti relevan karena mereka mudah percaya pada dan mengikuti opini publik. Oleh karena itu, banyak orang yang menafsirkan hal-hal misterius yang ditemui, bahkan hanya didengarnya dari orang lain itu secara berlebihan sehingga terkesan panik. Inilah sepertinya yang baru-baru ini dialami warga Kelurahan Komet, Kota Banjarbaru, Kalimantan, mengenai penemuan barang aneh yang dinamakan dengan jenglot

Warga Kota Banjarbaru mengaku ketika  mereka kembali setelah memanggil Satpol PP setempat untuk melaporkan penemuan benda aneh tersebut ternyata benda itu telah berpindah tempat sekitar 5-6 meter dari tempat semula ketika ditemukan warga. Tak pelak lagi hal tersebut semakin membuat warga terkejut, panik, dan merasa ada sesuatu yang sungguh aneh berkaitan dengan benda tersebut. Padahal warga tidak perlu merasa terkejut, panik, apalagi aneh mengenai keberadaan benda tersebut, terlebih menafsirkannya sebagai benda dan peristiwa yang berbau mistis atau paranormal. Mengapa? karena sangat mungkin hal itu tidak lebih dari keisengan orang (sekelompok orang) yang dengan sengaja telah melakukannya untuk menakut-nakuti atau membuat panik warga. Dan memang terbukti, banyak warga yang terkejut bahkan panik akibat adanya benda tersebut. Buktinya, warga sampai melaporkan hal tersebut kepada Satpol PP setempat. 

Jangan-jangan jika suatu hari ada penemuan yang dianggap lebih heboh, aneh, dan mengejutkan warga, mereka akan melaporkannya pada polisi atau mungkin juga TNI. Jika ini benar-benar terjadi, betapa berlebihannya sikap warga tersebut. Sikap yang seharusnya sama sekali tidak perlu terjadi seandainya warga memiliki daya pikir kritis dan sikap skeptis yang memadai, khususnya terhadap berbagai hal yang selama ini dianggap paranormal dan/atau supernatural.

Sabtu, 18 September 2010

Wajah Setan di Dinding Kamar Mandi

Sebuah wajah setan muncul di dinding kamar mandi, setidaknya itulah yang dipercayai oleh perempuan pemilik rumah tersebut. Tidak hanya di situ, perempuan itu pun mengaku telah dibuat begitu takut oleh penampakan wajah setan tersebut sehingga ia tidak mau mandi di kamar mandi itu lagi. Ada tiga pernyataan yang cukup menarik berkaitan dengan adanya wajah setan di dinding kamar mandi tersebut, seperti diungkapkan suami ibu tersebut:

1. Ketika rumat tersebut direnovasi wajah setan tersebut belum ada dan baru ada saat tengah malam. Seperti banyak pengakuan yang berkaitan dengan fenomena supernatural lainnya, hal-hal tersebut baru dan hanya muncul lewat tengah malam dalam keadaan gelap atau setidaknya saat minimnya cahaya. Dengan kata lain hendak dinyatakan bahwa fenomena supernatural hanya muncul dan bisa dilihat ketika cahaya tidak cukup banyak menerangi tempat di mana fenomena itu terjadi sehingga banyak orang menganggap telah melihat penampakan yang aneh, seperti: hantu atau wajah setan. Waktu yang menunjuk lewat tengah malam juga seringkali membuat pikiran banyak orang dipengaruhi hal-hal paranormal, di mana hal-hal mistis lebih sering terjadi ketika waktu menunjukan lewat tengah malam. Hal tersebut memunculkan pertanyaan, seperti: mengapa fenomena muncul seringkali ketika lewat tengah malam? Jawabannya yang bisa diberikan adalah: karena waktu lewat tengah malam lebih dramatis dan menyeramkan dibandingkan waktu siang hari, apalagi waktu tengah malam biasanya keadaan jauh lebih sunyi dibandingkan siang hari.

2. Temperatur kamar mandi yang selalu rendah alias dingin seperti es meski sudah menyalakan pemanas. Banyak orang percaya jika temperatur yang rendah atau keadaan yang dingin merupakan pertanda bahwa fenomena paranormal terjadi. Ini artinya bahwa banyak orang percaya bahwa keadaan dingin yang dialaminya menjadi alat ukuran bahwa hantu itu sungguh-sungguh ada sehingga polanya adalah: dingin > ada hantu. Sepertinya inilah yang juga dipercaya oleh pasangan Rumania tersebut yang menganggap keadaan kamar mandi yang dingin seperti sebagai tanda bahwa ada hal ganjil terjadi kemudian menafsirkannya sebagai fenomena paranormal. 

Apakah orang tidak sadar bahwa kamar mandi memang tempat yang kadar kelembabannya cukup tinggi sehingga seringkali dianggap dingin (walaupun memang demikian adanya), apalagi di negara-negara yang temperaturnya cukup rendah seperti di Rumania. Jika dikatakan pemanas sudah digunakan namun tidak sanggup mengusir dingin di kamar mandi tersebut, apakah keadaan pemanas tersebut sudah dicek? Artinya, apakah alat pemanas tersebut masih berfungsi dengan baik alias tidak rusak? Jangan-jangan rusak. Kalaupun alat pemanas tersebut tidak rusak, sangat mungkin pikiran pasangan tersebut sudah begitu tersugesti dengan pandangan yang percaya bahwa fenomena paranormal mengakibatkan temperatur yang rendah alias mengakibatkan keadaan yang dingin pada tubuh. Jika ini kenyataannya, maka sesungguhnya yang terjadi adalah bahwa pikiran pasangan tersebut sudah terbentuk oleh opini publik mengenai hal-hal yang berkaitan dengna fenomena paranormal. 

3. Pasangan tersebut berusaha mengusir setan yang wajahnya muncul di dinding kamar mandi di rumah mereka. Perhatikan: awalnya hanyalah wajah setan yang muncul di dinding kamar mandi, namun hal ini dianggap sebagai sesuatu yang jauh lebih besar karena pasangan tersebut menafsirkan bahwa rumah mereka dihuni oleh setan yang berusaha mengganggu mereka sehingga mereka pun berusaha mengusir setan dari rumah mereka, mungkin melalui cara-cara tertentu (eksorsisme). Daripada melakukan eksorsisme, ganti saja keramik dinding kamar mandi tersebut sehingga wajah setan itu hilang.


Setelah memperhatikan gambar seperti yang terdapat dalam berita mengenai fenomena penampakan wajah setan di dinding kamar mandi tersebut, semakin menunjukkan betapa manusia sangat mudah menafsirkan sesuatu yang sesungguhnya tidak ada menjadi ada. Lebih dari itu, pikiran manusia bisa menciptakan sesuatu yang tadinya tidak ada menjadi ada dengan berdasar pada hal-hal, seperti: opini publik, pola-pola yang dimiliki di kepalanya, dan/atau gambaran-gambaran tertentu yang tersimpan di dalam ingatannya. Oleh karena itu, ketika ia melihat objek tertentu yang sesungguhnya tidak jelas, namun ketika ia mengaitkan objek tersebut dengan salah satu atau ketiga hal tadi, maka objek yang dilihatnya tersebut menjadi sesuatu yang sangat jelas bahkan tidak sampai di situ karena objek itu pun dipercayainya sebagai sesuatu yang nyata. 

Coba perhatikan gambar di berita tersebut, apakah memang ada wajah setan di dinding kamar mandi tersebut? (Perhatikan: gambar tersebut telah melalui proses pembesaran beberapa kali karena awalnya hanya sebesar titik atau noda di dinding.) Setidaknya ada dua jenis jawaban berbeda yang akan muncul. Pertama, ya. Jawaban ini diberikan oleh orang-orang yang memiliki gambaran tertentu dalam pikirannya mengenai wajah setan/hantu yang diperolehnya melalui gambar-gambar tertentu melalui film dan/atau bacaan. Kedua, tidak. Jawaban ini diberikan oleh orang-orang yang tidak memiliki gambaran tertentu dalam pikirannya mengenai wajah setan/hantu. Terlepas dari kedua jawaban yang bisa diberikan setiap orang, hal yang perlu digarisbawahi adalah betapa pikiran manusia mampu melahirkan hal-hal imajinatif. Namun sayangnya, hal-hal imajinatif tersebut seringkali juga malah melahirkan hal-hal yang yang bernuansa paranormal, seperti kasus wajah setan yang muncul di dinding kamar mandi dalam berita di atas. Hal imajinatif bernuansa paranormal seperti ini dinamakan pareidolia, sesuatu yang tidak disadari oleh begitu banyak orang.

Kamis, 26 Agustus 2010

Hantu Genderuwo

Seorang warga Desa Wates, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, mengaku jika dada suaminya dilukai oleh "makhluk" yang oleh warga sekitar diyakini sebagai hantu genderuwo. Ketika peristiwa itu terjadi ia sedang tidur dengan suaminya di ruangan yang sama dan ketika tiba-tiba terbangun ia melihat sesosok besar menyerupai manusia sedang berjalan ke luar kamarnya. Ketika dibangunkan oleh Jumaasih - nama ibu tersebut - ternyata suaminya (Setulam) sudah dalam keadaan pingsan. Peristiwa tersebut dipercaya oleh warga karena hantu genderuwo itu hendak mengambil hati Setulam untuk menambah kesaktiannya sehingga meninggalkan luka sepanjang lima sentimeter akibat kuku "makhluk" tersebut. 

Apakah memang benar ada "makhluk" yang tidak jelas "identitas"-nya yang berusaha mengambil hati manusia akibatnya ia melukai korbannya? Bagaimana menjelaskan hal tersebut? Jika ya, mengapa ada "makhluk" yang berusaha mengambil hati manusia? Untuk menambah kesaktiannya? Jawaban yang sangat tidak memuaskan karena begitu pendek dan sederhana. Jika jawabannya tidak, maka perlu diberikan penjelasannya. Inilah yang menjadi fokus tulisan ini. 

Beberapa waktu lalu pernah diangkat tulisan mengenai Pisau Ockham. Nah, berita di atas coba dijelaskan dengan menerapkan Pisau Ockham. Dengan menggunakan Pisau Ockham maka berita mengenai apa atau siapa yang telah melukai laki-laki malang tersebut akan lebih jelas  dan nyata ketimbang menggunakan penjelasan mistik seperti yang dipercaya oleh warga Desa Wates. Pisau Ockham selalu berusaha mencari dan memberikan penjelasan yang rasionalistik terhadap berbagai hal, khususnya hal-hal yang berkaitan dengan supernatural dan paranormal. Beberapa kemungkinan rasionalistik bisa dikemukakan terhadap peristiwa tersebut: 

Kemungkinan pertama adalah bahwa laki-laki malang tersebut ketika tidur tanpa sengaja  telah melukai oleh dirinya sendiri. Namun berdasar pada luka yang di dadanya yang sepanjang lima sentimeter dengan didukung oleh keterangan medis, maka menjadi tidak mungkin jika laki-laki tersebut melukai dirinya sendiri hanya dengan kukunya. 

Kemungkinan kedua adalah bahwa laki-laki malang tersebut telah dilukai oleh istrinya sendiri, entah sengaja ataupun tidak sengaja. Namun, kemungkinan kedua ini lumayan kecil tingkat kemungkinannya karena melibatkan istri laki-laki tersebut walaupun sama sekali menyingkirkan adanya kemungkinan hal tersebut. Oleh karena itu, dibutuhkan kemungkinan ketiga. 

Kemungkinan ketiga adalah bahwa laki-laki malang tersebut telah dilukai oleh penjahat yang masuk ke dalam rumahnya ketika ia dan istrinya sedang tidur. Namun, ketika ia sedang melakukan perbuatan jahatnya tanpa diduga istri laki-laki itu terbangun sehingga penjahat itu menghentikan perbuatannya dan kabur. 

Setidaknya ada tiga kemungkinan rasionalistik yang bisa dikemukakan dengan bantuan Pisau Ockham, dan kemungkinan yang paling masuk akal dari ketiganya adalah kemungkinan yang ketiga, di mana laki-laki itu telah dilukai oleh penjahat. Harus diingat bahwa Pisau Ockham berusaha memberikan penjelasan yang paling masuk akal dengan menyingkirkan berbagai hal yang berkaitan dengan mistik. "Semangat" Pisau Ockham adalah memberikan sebanyak mungkin kemungkinan yang masuk akal, jelas, dan nyata. Oleh karena itu, semua penjelasan paranormal dan supernatural bisa dijelaskan dengan Pisau Ockham dengan mengajukan sebanyak mungkin kemungkinan yang masuk akal ketimbang penjelasan paranormal dan supernatural yang selalu simplisistik, seringkali tidak jelas, dan tidak konsisten. 

Dengan demikian, tidak seperti berbagai penjelasan paranormal dan supernatural yang selalu begitu menyederhanakan perkara, seringkali tidak jelas, dan tidak konsisten serta hanya mengemukakan satu kemungkinan, sebaliknya, Pisau Ockham akan sangat membantu dengan memberikan penjelasan yang tidak menyederhanakan perkara, berusaha konsisten pada peristiwa yang terjadi, dan mengajukan kemungkinan rasionalistik sebanyak mungkin. Jika penjelasan paranormal dan supernatural ketat pada hal-hal mistik dan gaib, sementara Pisau Ockham akan berusaha memberikan penjelasan yang tidak mistik atau gaib dengan mengajukan berbagai kemungkinan yang berlawanan dengan hal-hal mistik atau gaib karena sesungguhnya hal-hal mistik atau gaib bisa dijelaskan secara nalar.

Rabu, 18 Agustus 2010

Salah Nih Ye...

Awalnya jasa paranormal digunakan untuk mencari dan menemukan seorang anak perempuan yang hilang sejak 31 Juli 2010, namun secara tidak sengaja malah menemukan tubuh seorang perempuan dibungkus plastik di sebuah areal taman rekreasi di Sydney. Anehnya, penemuan tubuh seorang perempuan yang tidak sengaja itu malah diklaim oleh Kepala Inspektur Detektif Pamela Young sebagai sesuatu yang menarik karena dianggap terjadi karena bantuan paranormal tersebut yang dipercaya mampu menggunakan kekuatan inderanya. Padahal tujuan utama digunakannya paranormal adalah untuk menemukan seorang anak yang hilang setelah terakhir kali dilihat bersama ibunya pada 31 Juli 2010. Ditemukannya jasad seorang perempuan itu bukanlah karena jasa paranormal tersebut akibat terjadi secara tidak sengaja. Dengan demikian, tidak ada yang menarik apalagi istimewa dari peristiwa ditemukannya jasad perempuan di areal taman rekreasi itu karena bukan kali itu saja ditemukan jasad manusia. Artinya, di belahan bumi lainnya pada saat yang sama dan/atau saat yang berlainan sudah sangat sering ditemukan jasad secara tidak sengaja dan peristiwa seperti itu masih akan terus terjadi. Namun bedanya, kali ini penemuan tidak sengaja tersebut melibatkan paranormal.

Jangan sampai orang mudah tertipu oleh, entah yang dinamakan paranormal ataupun peramal, karena sekalipun hal yang diramalkan oleh mereka terjadi, itu tidak lebih dari sekadar suatu kebetulan yang sama sekali tidak disengaja. Artinya, bisa saja hal yang diramalkan terjadi, namun itu tidak berarti bahwa peramal tersebut bisa melihat apa yang akan terjadi di masa depan. Yang dilakukan oleh peramal sesungguhnya hanyalah melihat berbagai kemungkinan yang akan terjadi dengan mengacu pada peristiwa yang telah terjadi di masa lampau. Jika itu yang dilakukan itu artinya ia bukan meramal melainkan menghitung probabilitas yang akan terjadi. 

Oleh karena itu, orang harus jeli dengan segala perhitungan atau analisis yang biasa dilakukan paranormal atau peramal karena orang-orang seperti itu pasti mengumpulkan data melalui pertanyaan-pertanyaan sebelum melakukan perhitungan dan analisis. Ketika perhitungan dan analisis tersebut dihasilkan, maka sesungguhnya yang terjadi tidak lebih dari sekadar kemungkinan-kemungkinan masuk akal yang sebenarnya bisa dilakukan oleh orang lain. Dengan demikian, perhitungan dan analisis yang dilakukan mereka sama sekali tidak istimewa, walaupun bagi banyak orang ya, dan menarik.

Kembali pada kasus paranormal yang awalnya bertugas mencari dan menemukan seorang anak yang hilang, jangan lupa, ia sudah salah ramal karena bukan anak tersebut yang ditemukan melainkan perempuan yang sudah meninggal. Ini artinya paranormal itu sudah gagal dalam misinya menemukan Keisha, anak perempuan yang hilang tersebut.

Jumat, 09 Juli 2010

Pantesan...

Tidak aneh apalagi mengejutkan jika masyarakat dalam suatu negara percaya terhadap berbagai hal yang bernuansa paranormal dan supernatural karena pemimpinnya pun percaya pada hal-hal tersebut. Hal ini terungkap melalui kata-kata Presiden SBY yang - mungkin bagi banyak orang sangat sepele - menunjukkan jika ia percaya bahwa ada, entah sosok ataupun kekuatan, yang hidup bahkan melindungi sebuah pohon. Mungkin kata-kata SBY tersebut diungkapkan sebagai candaan, namun karena hal tersebut keluar dari mulut seorang pemimpin tertinggi negara, maka dampaknya bisa cukup luas karena dibaca dan/atau didengar oleh banyak orang (rakyatnya). Sedikit-banyak kata yang sepertinya remeh tersebut bisa mempengaruhi masyarakat luas karena diucapkan oleh seorang presiden yang notabene kata-kata serta tingkah lakunya dipercaya sekaligus diteladani oleh warganya. 

Apakah ada penjelasan yang masuk akal mengenai mesin gergaji pemotong yang berkali-kali mati sehingga dianggap oleh SBY jika pohon yang hendak ditebang itu memiliki "penjaga"? Bisa jadi ketika itu mesin gergaji pemotong tersebut mengalami kemacetan yang mungkin diakibatkan oleh adanya salah satu bagian mesin yang bermasalah atau kurangnya minyak pelumas atau bensin yang digunakan untuk memberi daya pada mesin tersebut sehingga mesin itu pun tidak berfungsi sebagaimana seharusnya. Oleh karena itu, seharusnya selalu diupayakan untuk mencari penjelasan yang masuk akal terlebih dulu ketimbang orang sampai pada kesimpulan yang membawa-bawa hal paranormal atau supernatural. 

Orang yang selalu berupaya mencari penjelasan yang masuk akal sesungguhnya ia bukanlah orang yang malas yang ingin cepat-cepat sampai pada kesimpulan melainkan orang yang selalu mau menggunakan akal sehatnya demi penjelasan yang jernih dan cermat. Orang yang tidak terburu-buru mengambil kesimpulan terhadap banyak tanpa melibatkan hal-hal paranormal dan supernatural pada kesimpulannya itu adalah orang sabar dan tidak mau membuat kesimpulan yang asal-asalan. Orang yang sabar dan tidak mau membuat kesimpulan yang asal jadi tersebut termasuk orang yang skeptis.

Sabtu, 26 Juni 2010

Bawa-bawa Pocong

Di tengah dunia yang modern dan pemikiran manusia (yang seharusnya) semakin maju, ternyata ada saja orang yang pikirannya masih bernuansa paranormal. Hal ini tidak begitu mengejutkan jika dimiliki oleh mereka yang hidup di daerah-daerah (bukan perkotaan) dan jika daerah-daerah tersebut belum disentuh oleh pendidikan modern serta teknologi maju. Namun, apa jadinya jika pikiran-pikiran bernuansa paranormal tersebut (masih) dimiliki oleh orang-orang yang hidup di kota besa, di mana pendidikan modern serta teknologi maju sudah menjadi gaya hidup sehari-hari. Inilah kenyataan yang ada, yakni seorang modern yang hidup di kota besar serta pernah mengecap pendidikan modern, tetapi pikirannya (masih) bernuansa paranormal. Bahkan profesi yang dimiliki orang tersebut menuntutnya untuk selalu mengajukan bukti-bukti fisik relevan yang ditopang oleh cara berpikir logis dan disertai oleh berbagai argumentasi yang masuk akal. Namun sayangnya, hal tersebut tidak dimiliki orang tersebut.

Sudah menjadi tugas orang tersebut untuk melakukan berbagai investigasi demi menemukan fakta dan kebenaran yang didasarkan pada logika berpikir, tetapi ia malah menantang orang yang seharusnya diinvestigasinya dengan "sumpah pocong." Apakah ia sudah melupakan "sumpah jabatan" kerjanya ketika pertama kali ia memilih berkecimpung di bidang yang (seharusnya) hanya mempertimbangkan bukti-bukti fisik relevan yang ditunjang oleh nalar dengan disertai juga oleh berbagai argumentasi yang masuk akal? Apakah ia telah kelelahan akibat tidak mampu menemukan berbagai bukti fisik tersebut sehingga menyingkirkan akal akal sehat yang dimilikinya? Seharusnya tidak demikian.

Jika pikiran bernuansa paranormal (masih) dimiliki oleh orang-orang yang hidup di kota-kota besar padahal kehidupan mereka disentuh oleh pendidikan modern serta dihiasi oleh kemajuan teknologi yang pesat, apa jadinya dengan orang-orang yang hidup bukan di perkotaan dan hidup mereka belum disentuh oleh pendidikan modern dan kemajuan teknologi? Jika pikiran mereka yang tidak hidup di perkotaan dan belum mengecap pendidikan modern serta kemajuan teknologi masih diselimuti oleh paranormal dan supernatural, hal tersebut masih bisa diterima oleh akal sehat. Namun, jika hal yang serupa dimiliki oleh mereka yang hidup di perkotaan dengan diselimuti oleh pendidikan modern dengan segala kemajuan teknologinya, maka hal tersebut menjadi sangat sulit diterima oleh akal sehat. Terlepas dari suka atau tidak suka dan masuk akal atau tidak masuk akal, namun itulah kenyataannya, ada orang-orang perkotaan yang pikirannya (masih) diselimuti oleh hal-hal yang bernuansa paranormal.

Selasa, 18 Mei 2010

Mama Lauren Meninggal Dunia


Beberapa teman cukup heboh setelah memperoleh kabar pagi ini bahwa kemarin malam Mama Lauren meninggal dunia. Seperti diketahui Mama Lauren adalah seorang yang dianggap dan menganggap diri sebagai paranormal bahkan ia merupakan salah seorang paranormal kondang karena banyak ramalannya diklim tepat. Kapanlagi.com hari pun memuat kabar singkat mengenai meninggalnya Mama Lauren dalam berita edisi hari ini, Selasa, 18 Mei 2010 yang diberi judul “Sebelum Meninggal, Mama Lauren Tinggalkan Pesan Terakhir”. Berikut adalah beritanya:
Paranormal kondang Mama Lauren meninggal dunia pada Senin (17/5) malam di RS Cikini. Wanita lanjut usia itu meninggalkan seorang suami dan dua orang anak. Suami yang ditinggalkan, Hendrik Julian Pasaribu pun mengaku jika perasaannya hancur berkeping-keping dengan kepergian sang istri.
"Perasaan saya hancur berkeping-keping. Tapi kita semua sudah pasrah dan ini adalah kehendak Tuhan. Saya hanya bisa pasrah," ujar Hendrik saat ditemui di kediamannya di kompleks Cipinang Indah, Jalan Kaswari, Blok GG, No.2, Jakarta Timur, Selasa (18/5) dini hari. Hendrik menjelaskan jika istrinya itu masuk rumah sakit sejak hari Minggu (16/5) lalu. Kala itu, nafas Mama Lauren memang tersengal dan sesak. "Dia terakhir masuk ke RS PGI Cikini hari Minggu (16/5) kemarin dan terasa berat dan merasa sesak nafas, tapi Tuhan ternyata berkata lain. Mama Lauren meninggal karena komplikasi yang dideritanya. Dia terhitung terkena sakit asam urat, pencernaan, serta ada air di antara jantung dan paru-paru," ujar Hendrik.
Lalu, adakah pesan terakhir yang disampaikan oleh Mama Lauren? "Dia juga berpesan, Jaga lingkungan, karena lingkungan sudah semakin rusak. Politik jangan serakah-serakah," pungkasnya. (kpl/adt/riz)
===========
Sejauh yang saya dengar banyak ramalan Mama Lauren tepat. Hal ini diklaim, bukan saja oleh Mama Lauren sendiri melainkan banyak orang lainnya. Jika memang benar banyak ramalan Mama Lauren tepat, apakah ia pernah meramal kematiannya sendiri? Sebagai paranormal, apakah ia pernah memberitahu kepada orang lain (baca: banyak orang) mengenai waktu kematiannya? Bukankah paranormal adalah seseorang yang bisa meramal semua atau banyak hal yang akan terjadi di masa depan? Jika demikian, (seharusnya) Mama Lauren bisa meramal kematiannya sendiri. Jika tidak, berarti semua hal yang dikatakannya mengenai ramalan adalah sesuatu yang kosong atau sampah.