Tampilkan postingan dengan label UFO. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label UFO. Tampilkan semua postingan

Jumat, 12 November 2010

Ekstrinsik + Intrinsik

Berita dalam Viva News mengatakan setidaknya ada tujuh hal yang menjadi pemicu orang percaya pada adanya UFO dan alien. Sementara ketujuh hal tersebut berasal dari luar diri orang yang percaya pada UFO, maka dalam tulisan ini ditambahkan satu penyebab orang percaya pada UFO, dan penyebab ini lebih berasal dari dalam diri orang tersebut.

Banyak orang mempercayai keberadaan UFO karena mereka mudah menerima pernyataan atau kesaksian orang lain mengenai adanya UFO. Mereka percaya UFO ada karena pernyataan tersebut berasal dari orang-orang tertentu, misalnya: ahli antariksa dan/atau pemerintah. Hal tersebut membuat banyak orang dengan tanpa keraguan mempercayai suatu hal. Hal tersebut diperkuat dengan tayangan film atau dokumenter yang berkisah mengenai adanya UFO dan alien yang membuat keyakinan banyak orang mengenai adanya UFO semakin dipertebal. 

Banyak orang menganggap jika tayangan yang bergenre "dokumenter" sudah berarti benar, tidak mungkin salah apalagi suatu kebohongan. Ini adalah pandangan yang keliru sekaligus bisa menyesatkan orang lain. Namun demikian, tidak berarti bahwa tayangan dokumenter harus serta-merta ditolak dan sama sekali tidak (bisa) dipercaya. Sikap yang kedua ini pun tidak bijak. Dengan demikian, sikap bijak menanggapi fenomena UFO adalah tidak segera/mempercayainya sekaligus tidak serta-merta menolaknya. Oleh karena itu, yang dibutuhkan adalah berbagai bukti relevan dengan didukung argumen yang kuat. Jika hal ini bisa dicapai, maka orang tidak menjadi "penolak" ataupun "penerima" setiap hal, termasuk UFO.

Setelah melihat ketujuh hal ekstrinsik yang tidak mendukung keberadaan UFO ditambah satu  hal intrinsik yang juga meragukan keberadaan UFO, maka dengan demikian keberadaan UFO bisa ditolak atau tidak dipercaya karena berbagai bukti yang ada bukannya memperkuat keberadaan UFO melainkan memperlemahnya. Jadi, dengan berdasar pada delapan poin itu dapat disimpulkan bahwa UFO bukanlah sesuatu yang nyata melainkan bentukan hal-hal lain, baik yang material (tujuh hal ekstrinsik) maupun imaterial (satu hal intrinsik = kepercayaan pada kesaksian/pengakuan orang lain).

Jumat, 08 Oktober 2010

Lompat pada Kesimpulan

Begitu banyak orang, sengaja atau tidak sengaja, langsung lompat pada kesimpulan tanpa terlebih dulu menganalisis pendapat, penglihatan, atau pengetahuan yang ada. Beberapa hal bisa dianggap sebagai penyebab, seperti:

1. Tiadanya pengetahuan yang memadai untuk melakukan pertimbangan dan penilaian. Orang seperti ini nyaris tidak bisa melakukan pertimbangan dan penilaian karena kurangnya pengetahuan yang dimiliki. Jika orang dalam kategori ini tidak mau memperluas wawasannya, maka orang-orang dalam kategori ini cenderung mengikuti pandangan orang-orang tertentu (otoritas) dan/atau pandangan umum yang berlaku di masyarakat.

2. Kemalasan yang dimiliki seseorang sehingga ia sengaja tidak mau melakukan pertimbangan dan penilaian. Orang-orang dalam kategori ini enggan memperkaya wawasan dan pengetahuannya sehingga mereka mendasarkan pendapatnya pada pandangan otoritas tertentu dan/atau suara terbanyak (popularitas) suatu hal. 

3. Takut pada otoritas tertentu. Orang dalam kategori ini bukannya hormat pada otoritas tertentu, tetapi takut pada otoritas karena mungkin, takut dikucilkan. Ia takut dianggap dianggap sebagai pemberontak/pengkhianat/musuh karena memiliki pandangan yang berbeda dari otoritas itu.

4. Pengetahuan yang tidak didasarkan pada pikiran kritis dan sikap skeptis. Berbeda dari poin no. 1, pada poin ini seseorang memiliki pengetahuan yang cukup mengenai suatu hal namun hal itu tidak ditopang oleh pemikiran kritis dan sikap skeptis. Artinya, pengetahuan yang dimilikinya itu tidak ditunjang oleh berbagai bukti relevan dan argumen jernih. Orang dalam kategori ini menganggap langsung menganggap bahwa pengetahuan yang ada (yang dimilikinya) sebagai kebenaran tanpa berusaha mengujinya terlebih dulu dan berulang kali.


Beberapa fenomena unik yang muncul pada malam hari di langit Cina yang terjadi belakangan dan diyakini banyak warga Cina sebagai penampakan UFO merupakan salah satu contoh di mana orang tidak memiliki pengetahuan yang cukup mengenai suatu objek/fenomena (poin 1). Hal itu  diperparah oleh keengganan orang untuk memperkaya pengetahuan (poin 2) sehingga mereka pun mudah menyimpulkan sesuatu tanpa sebelumnya melakukan pertimbangan dan penilaian yang didasarkan pada berbagai bukti relevan dan argumen yang jernih. Akibatnya adalah kesimpulannya pun mudah ditebak dan sangat sederhana: fenomena unik yang terjadi di langit pada malam hari merupakan UFO. Itulah yang dinamakan dengan lompat pada kesimpulan tanpa sebelumnya melakukan pertimbangan dan peniliaian yang cermat.

Selasa, 28 September 2010

Mengapa Baru Sekarang?

Enam mantan anggota Angkatan Udara AS tidak lama lagi akan mengungkapkan kepada umum bahwa UFO beberapa puluh tahun lalu telah merusak fasilitas persenjataan nuklir AS. Mereka mengatakan bahwa puluhan tahun lalu UFO pernah beberapa kali mengganggu bahkan mengacaukan peralatan nuklir AS, seperti yang terjadi di Pangkalan Udara Malmstrom di Montana tahun 1967 dan yang terjadi pada tahun 1948 (tempatnya tidak disebutkan). Mereka juga hendak mengungkapkan bahwa selama ini Angkatan Udara AS telah berbohong mengenai keamanan nasional akibat munculnya benda di angkasa yang berada di dekat pangkalan-pangkalan nuklir AS. Oleh karena itulah mereka hendak membongkar berbagai kebohongan yang telah dilakukan pihak Angkatan Udara AS mengenai keberadaan UFO dan dampaknya terhadap keamanan nasional AS. 

Beberapa pertanyaan sekaligus tanggapan yang segera muncul setelah membaca berita tersebut adalah:

1. Mengapa baru sekarang keenam mantan anggota Angkatan Udara AS itu akan mengungkapkan fakta mengenai keberadaan UFO yang diakui telah beberapa kali mengganggu bahkan mengacaukan peralatan nuklir AS? Bahkan berdasar pada pengakuan mereka kedatangan UFO sudah terjadi sejak tahun 1948. Mengapa setelah lebih dari 60 tahun mereka baru akan mengungkapkan hal tersebut kepada khalayak? Bukankah waktu lebih dari 60 tahun itu terlalu lama untuk menyimpan sebuah cerita atau kenyataan yang bisa menghebohkan sangat banyak orang? Mengapa baru sekarang?

2. Siapa yang selama ini telah membuat mereka bungkam sehingga mereka tidak berani mengutarakan apa yang memang telah mereka lihat puluhan tahun lalu itu? Bahkan mulut mereka dibungkam sampai lebih dari 60 tahun? Apakah Angkatan Bersenjata atau pemerintah AS yang telah membuat mereka bungkam hingga begitu lama? Dan setelah pensiun mereka baru berani mengutarakan yang sesungguhnya. Mungkin saja.

3. Jika seperti yang dikatakan mereka bahwa selama ini Angkatan Udara AS telah berbohong mengenai keberadaan UFO dan dampaknya terhadap keamanan nasional AS, ini berarti Angkatan Udara AS mengetahui bahwa memang UFO dan makhluk luar angkasa itu memang sungguh-sungguh ada bahkan telah beberapa kali memasuki bumi (AS) termasuk mengganggu dan mengacaukan peralatan nuklir AS. Jika demikian, mengapa Angkatan Udara AS berbohong mengenai keberadaan UFO dan "kunjungan"-nya ke pangkalan-pangkalan nuklir di  AS? Apa manfaat Angkatan Udara AS dengan melakukan kebohongan seperti itu? Apa kepentingan Angkatan Udara AS dalam "bisnis" UFO tersebut dan seberapa penting Angkatan Udara AS sampai perlu berbohong mengenai keberadaan UFO bahkan sampai dampaknya pada keamanan nasional AS. Bukannya selama ini pemerintah AS malah dikenal dengan kehebohannya jika berkaitan dengan masalah keamanan, termasuk "keamanan" bangsa lain. Jika pemerintah AS menganggap UFO penting dalam kaitannya dengan keamanan nasional, maka hampir bisa dipastikan pemerintah akan menginformasikannya terhadap warganya.

Pemerintah AS memang dikenal suka menyembunyikan informasi, namun selama ini selalu saja informasi itu akhirnya diketahui (baca: bocor) sehingga dunia pun tahu karena ada orang dalam yang akhirnya "berkicau." Jika demikian, mengapa informasi mengenai kedatangan UFO kemudian mengacaukan peralatan nuklir AS tersebut bisa tersimpan begitu rapi sampai tidak diketahui sama sekali sekalipun oleh warga AS sendiri. Suatu hal yang nyaris tidak mungkin terjadi, khususnya dalam negara seperti AS yang cukup terkenal terbuka.

4. Keenam mantan anggota Angkatan Udara AS tersebut menyebut tahun 1967 di mana menurut pengakuan mereka UFO telah mengacaukan fasilitas nuklir yang terdapa di Pangkalan Udara Malmstrom di Montana. Pada tahun itu AS terlibat - lebih tepatnya melibatkan diri - dalam konflik Vietnam dengan mengirim banyak pasukan ke sana. Dalam perang Vietnam tersebut Amerika kehilangan begitu banyak tentara, bahkan bisa dikatakan AS mengalami kekalahan dalam perang tersebut karena dampak yang psikologis yang begitu hebat terhadap pemerintah AS (diprotes keras oleh warganya sendiri karena turut campur dalam urusan politik negara lain yang akhirnya mengakibatkan kerugian fisik dan psikologis).

Berdasar kenyataan seperti itu bisa saja dikatakan bahwa keenam pensiunan Angkatan Udara AS itu dengan sengaja menyebut tahun 1967 karena ketika itu AS sedang getol-getolnya terlibat dalam perang Vietnam, namun mengalami kekalahan. Seandainya saja UFO pada tahun itu tidak mengganggu dan mengacaukan fasilitas nuklir di AS, maka mungkin saja akhir perang Vietnam bisa berbeda karena nuklir AS bisa diluncurkan dari pangkalannya. Tentu saja, analisis seperti ini bisa dianggap gila atau berlebihan oleh banyak orang, namun setidaknya, analisis seperti itu tidak mengada-ada karena didasarkan pada latar belakang relevan yang terjadi ketika itu. Artinya, pada tahun itu (1967) AS tidak sedang adem-ayem melainkan sedang sibuk dan heboh berperang di Vietnam.

Setelah memperhatikan beberapa argumen di atas maka jelas ada beberapa keberatan terhadap pengakuan keenam pensiunan Angkatan Udara AS mengenai keberadaan bahkan kedatangan UFO yang diakui telah mengacaukan fasilitas nuklir AS. Keempat argumen di atas untuk sementara mengatakan bahwa niat tertentu yang diupayakan oleh keenam orang tersebut, entah mereka melakukannya sendiri ataupun didukung oleh pihak lain yang memiliki kepentingan apakah itu politik atau memang sekadar cari perhatian atau hendak membuat heboh dengan "teori" mengenai UFO-nya. Dengan demikian bisa dikatakan bahwa pernyataan keenam orang tadi mengenai keberadaan dan apa yang telah dilakukan UFO di negeri Barrack Obama pada puluhan tahun yang lampau sangat diragukan kebenarannya karena sangat lemah akibat tidak didukung oleh argumen yang kuat.

Selasa, 20 Juli 2010

Jangan-jangan Helikopter

Seorang pemuda di Semarang mengaku telah melihat sebuah benda aneh di angkasa pada malam hari. Ia mengaku melihat benda misterius itu berada di angkasa selama 1,5 jam. Ia pun  meyakini jika benda aneh yang dilihatnya tersebut bukanlah pesawat terbang melainkan  benda  angkasa yang belum bisa diketahui secara pasti identitasnya. "Penglihatan" pemuda itu didukung oleh ibundanya yang mengaku telah melihat hal yang serupa. Apakah "benda misterius" yang dikatakan berkedip-kedip di angkasa pada malam hari itu?
Sebelum menjawab pertanyaan di atas, mari kita perhatikan beberapa fakta yang bisa ditemukan, setidaknya, melalui berita di atas:
1. Peristiwa terjadi di malam hari, sehingga bisa disimpulkan keadaan cukup gelap, namun jika pada saat itu cuaca cerah maka pemandangan di angkasa/langit bisa terlihat dengan cukup jelas. Ini dibuktikan dengan melihat bulan, bintang-bintang, beberapa planet tertentu yang dekat dengan, bumi, bahkan satelit.
2. Penglihatan dibantu oleh teropong, sehingga benda dalam jarak tertentu semestinya bisa dilihat dengan cukup jelas, terlebih jika pada saat itu cuaca cerah. Jika bintang dan gugusan planet saja yang terlihat cukup jauh saja bisa dilihat dengan mata telanjang saat cuaca cerah, maka benda lain kemungkinan besar pun bisa dilihat dengan cukup jelas. (Perhatikan: ukuran benda misterius itu sekitar 3 cm.)
3. Benda misterius tersebut dikatakan terbang berputar-putar selama 1,5 jam sebelum turun. Pesawat terbang dan helikopter sering terlihat melakukan manuver (gerakan terbang) berputar sebelum mendarat. Ini dilakukan untuk menemukan titik mendarat yang tepat dengan menyesuaikan pada kecepatan angin. 

4. Benda itu dikatakan berkedip-kedip [memiliki atau mengeluarkan cahaya di tubuhnya layaknya seekor kunang-kunang]. Selain pesawat terbang, helikopter pun memiliki cahaya lampu berkedip-kedip yang berada di bawah tubuh helikopter. Sekalipun malam hari, terlebih saat cuaca cerah, lampu yang berkedip-kedip itu dapat dilihat dengan cukup jelas sekalipun dari kejauhan.

5. Peristiwa tersebut bukan hanya disaksikan oleh satu orang melainkan beberapa orang, yakni anggota keluarga (ibunda turut menegaskan pernyataan anaknya). Harus diperhatikan, kesaksian tersebut didukung oleh anggota keluarga yang memiliki kecenderungan kuat untuk mendukung pernyataan/kesaksian anggota keluarga sendiri. Artinya, sebagian besar orang cenderung membenarkan kesaksian orang yang memiliki hubungan yang sangat dekat dengannya (misalnya: keluarga, teman, dan anggota kelompok). Dengan demikian dapat dikatakan dalam konteks ini bahwa unsur subjektivitas memainkan peranan yang sangat sentral sehingga orang cenderung memberikan pernyataan positif terhadap orang-orang yang berada di dekatnya.

Setelah memperhatikan kelima fakta di atas, apakah dugaan yang paling mungkin atau masuk akal yang bisa menjawab pertanyaan mengenai "benda misterius" itu? Apakah benda misterius itu UFO (lagi)? Ataukah?

Sabtu, 10 Juli 2010

UFO atau...

Jika orang mau bersabar dengan membaca keseluruhan setiap berita dengan pikiran terbuka sekaligus kritis (mempertanyakan berbagai hal serta menggunakan akal sehat), maka orang tidak akan mudah jatuh ke dalam kesimpulan-kesimpulan yang bernada paranormal dan supernatural. Namun, hal sebaliknyalah yang akan terjadi jika orang tergesa-gesa sampai pada kesimpulan tanpa terlebih dulu mempertanyakan berbagai hal yang terkait dengan bahasan dan tidak menggunakan akal sehatnya secara kritis. Hal terakhir inilah yang bisa orang temukan melalui berita yang mengatakan bahwa UFO telah terlihat di angkasa dekat sebuah bandara udara. Oleh karena "penglihatan" yang sama sekali tidak didasarkan pada bukti-bukti fisik yang relevan, kecuali adanya sekelebat cahaya di angkasa, sehingga banyak orang yakin bahwa cahaya itu adalah UFO. Bahkan pihak bandara udara untuk beberapa lama sempat mengalihkan penerbangan dan pendaratan pesawat di tempat itu supaya, diyakini, tidak terjadi hal-hal yang tidak dikehendak. (Mungkin tabrakan antara pesawat terbang dan pesawat aliens.)

Beberapa kecurigaan segera muncul ketika membaca berita tersebut: 

1. Cahaya yang dikatakan sekelebat itu muncul di langit pada malam hari.
2. Tidak jelas siapa saja yang menjadi saksi mata adanya cahaya tersebut.
3. Hanya dikatakan bahwa seorang supir bis yang menyaksikannya.
4. Sama sekali tidak jelas apakah ketika melihat cahaya supir itu sedang mengendarai bisnya atau dalam keadaan diam (tidak mengendarai bis).

Cahaya yang muncul apalagi hanya sekelebat di angkasa/awan pada malam hari bisa saja hanyalah pantulan cahaya yang berasal dari kendaraan yang ada di bawahnya. Hal ini merupakan fenomena yang biasa terjadi apalagi ketika itu langit/awan dalam keadaan yang sangat cerah sehingga bisa memantulkan cahaya yang berasal dari kendaraan. Selain itu, sama sekali tidak jelas siapa saja yang telah menjadi saksi mata cahaya itu selain seorang supir bis yang juga tidak jelas apakah ketika itu ia sedang mengendarai bisnya atau tidak. Jika ia tidak sedang mengendarai bisnya bisa saja ia ketika itu sedang mengalami kelelahan sehingga cahaya yang hanya merupakan pantulan dari benda lain dianggapnya sebagai UFO. Dan apabila pada saat itu ia sedang mengendarai bisnya, maka akan sangat besar kemungkinan cahaya yang dilihatnya itu merupakan cahaya kendaraan yang berasal dari arah berlawanan dan ketika ia melihat ke langit ia "merasa melihat" cahaya di langit yang tidak lain merupakan sisa cahaya yang masih tersimpan di matanya.

Pernyataan yang mengatakan bahwa cahaya itu merupakan UFO hanya diungkapkan oleh orang-orang yang sebelumnya sudah terlebih dulu meyakini jika UFO itu memang ada, oleh karenanya mereka berusaha mencari segala bukti untuk mendukung keyakinan mereka itu. Tentu, orang-orang seperti itu bisa mengatakan apa saja untuk mendukung keyakinannya alias mengaitkan berbagai hal atau pola yang pernah didengar, dibaca, di-"rasa", dilihat, bahkan dialaminya untuk dikaitkan dengan keyakinan yang dimilikinya. Oleh karena itulah tidak heran jika banyak orang meyakini keberadaan UFO, hantu, tuyul, kuntilanak, pocong, bahkan malaikat tanpa didukung oleh berbagai bukti fisik yang relevan selain mengutarakan pernyataan-pernyataan, seperti: "Saya pernah mendengar suara sesuatu" atau "saya sendiri pernah melihat dan mengalaminya langsung." Orang-orang seperti inilah yang disebuat mengalami self-confirmation bias. Artinya, mereka sudah terlebih dulu yakin mengenai keberadaan sesuatu baru kemudian mencari segala hal atau pola yang kemudian dikaitkan dengan keyakinannya itu. Jika mereka tidak pernah (mau) menyadari kelemahan tersebut, maka mereka adalah orang-orang yang mudah mempercayai segala hal karena enggan berpikir kritis.

Selasa, 15 Juni 2010

UFO di Pontianak

Fenomena UFO kali ini muncul di langit Pontianak, setidaknya itulah yang sangat diyakini oleh seseorang bernama Jaka. Ia sendiri bukanlah yang merekam fenomena itu secara langsung. Artinya, rekaman itu bukan berasal dari kamera ponsel miliknya dan bukan ia yang merekamnya melainkan, menurut pengakuannya, berasal dari anak tetangganya. Rupanya hal inilah yang membuat orang tersebut begitu yakin jika benda di langit tersebut adalah UFO padahal sejumlah kejanggalan dapat langsung ditemukan hanya dengan membaca berita tersebut.

Mengenai fenomena benda di langit yang oleh banyak orang (sangat) diyakini sebagai UFO, setidaknya ada dua hal yang bisa dikemukakan: Pertama, orang-orang yang begitu meyakininya sangat mungkin mengalami fenomena yang dinamakan pareidolia. (Beberapa tulisan yang lampau telah mengangkat tema pareidolia dalam kaitannya dengan keagamaan walaupun pareidolia sendiri tidak tertutup pada hal-hal yang berkaitan dengan keagamaan.) Artinya, orang-orang yang (sangat) yakin akan keberadaan UFO sudah terlebih dulu mempercayai bahwa ada sesuatu yang dinamakan UFO walaupun tidak didukung oleh bukti-bukti yang relevan dan kuat. Biasanya beberapa hal yang disebut/dinamakan bukti itu hanyalah cerita dari mulut ke mulut mengenai UFO dengan semata-mata berdasar pada rekaman video atau foto yang sangat mungkin sebenarnya merupakan pantulan cahaya terhadap benda-benda di darat belaka. Hal-hal ini semakin diperkuat dengan begitu banyaknya film yang bertemakan UFO, seperti The X-Files, E.T., dan Aliens.

Hal kedua yang bisa dikemukakan mengenai orang-orang yang begitu mempercayai keberadaan UFO walaupun tidak didukung oleh berbagai bukti relevan dan kuat adalah self-delusion. Artinya, orang-orang tersebut tetap (sangat) mempercayai adanya UFO walaupun bukti-bukti yang disajikan malah berlawanan dengan "kepercayaan" mereka sehingga mereka disebut mengalami self-deluding. Orang-orang seperti itu tidak mau mengubah pandangannya apalagi "kepercayaan"-nya mengenai suatu hal meskipun pandangan dan "kepercayaan"-nya tidak didasarkan pada berbagai bukti relevan dan kuat. Mereka telah menutup "pikiran"-nya terhadap bukti-bukti yang bertolak belakang dengan pandangan dan "kepercayaan"-nya.

Orang-orang yang tidak mau mengubah pandangan dan "kepercayaan"-nya walaupun bukti-bukti berbicara sebaliknya selalu mendasarkan keyakinannya tersebut pada hal-hal, seperti: perasaan, penglihatan, memori bahkan pengalamannya sendiri. Namun banyak orang tidak menyadari bahwa banyak hal-hal tersebut sangat rentan terhadap self-delusion, self-affirmation, self-deception, dan wishful thinking. Oleh karena itu, perasaan, penglihatan, memori, bahkan pengalaman seseorang sama sekali tidak bisa dijadikan tolok ukur untuk menentukan kebenaran suatu hal.

Kembali pada fenomena UFO di Pontianak, maka hasil rekaman video yang berasal kamera ponsel merupakan bukti yang sangat lemah karena tidak ditunjang oleh bukti-bukti lainnya. Artinya, jika UFO memang benar ada maka dibutuhkan lebih dari rekaman video dan foto. Sekalian lama fenomena UFO muncul dan beredar, masak tidak ada satu bukti fisik
pun yang menunjukkan keberadaan berbagai hal yang berkaitan dengan UFO, seperti: benda, potongan pakaian, pesawat, atau jejak makhluk luar angkasa.

Sabtu, 05 Juni 2010

Tidak Cukup

Kembali, fenomena penampakan benda misterius yang berada di udara/langit berhasil diabadikan melalui kamera HP. Banyak orang segera menduga bahkan langsung menyimpulkan bahwa benda tersebut merupakan UFO. Mengapa banyak orang sangat yakin bahwa memang ada benda "misterius" atau tidak dikenal di langit yang disebut UFO, walaupun sama sekali belum melihat , entah gambar, foto, ataupun video mengenai hal tersebut. Kalaupun memang ada banyak gambar, foto, maupun video yang merekam "benda" di langit yang diyakini banyak orang sebagai UFO, sangat mungkin itu hanyalah pantulan cahaya dari benda yang berada di darat, misalnya: pantulan bagian depan mobil. Sepintas hal tersebut terdengar tidak mungkin, namun sesungguhnya tidaklah demikian karena sudah ada buktinya jika ternyata benda yang berada di darat ketika ketika terkena cahaya dapat terpantul ke udara dan ketika "direkam" oleh kamera terlihat seperti UFO.

Ketika menganalisis fenomena UFO, banyak orang menunggu dan mengharapkan analisis para pakar yang bergerak di bidang fotografi ataupun yang berkaitan dengan kamera dan video. Ini dilakukan untuk membuktikan apakah foto atau gambar atau video tersebut benar-benar menampilkan apa yang ditampilkannya. Artinya, foto atau gambar atau video tentang UFO tersebut memang benar. Dalam banyak kasus dapat dinyatakan bahwa berbagai foto ataupun video yang mendokumentasikan UFO dibuat menggunakan kamera atau video yang kualitasnya sangat baik. Dengan berdasar pada "teori" ini maka dapat diartikan bahwa benda "misterius" di langit adalah UFO.

Namun demikian, hal pembuktian yang didasarkan pada analisis para ahli kamera dan fotografi tersebut sangat tidak cukup karena belum membuktikan apakah benda "misterius" tersebut sebagai UFO atau pesawat luar angkasa yang oleh banyak orang diyakini sebagai alat transportasi alien. Analisis para ahli kamera dan fotografi hanya dapat menyatakan bahwa rekaman yang berupa foto dan/atau video memiliki kualitas yang sangat baik, tetapi belum bisa membuktikan keberadaan UFO itu sendiri. Oleh karena itu, analisis para ahli fotografi dan kamera tersebut akan menjadi lebih baik dan sahih jika disertai dengan analisis para pakar luar angkasa. Analisis para ahli luar angkasa dibutuhkan untuk menjelaskan berbagai kemungkinan mengenai keberadaan dan ketidakberadaan UFO.

Dengan demikian, ketika muncul fenomena benda "misterius" di langit, bukan hanya dibutuhkan pandangan para pakar kamera dan fotografi melainkan juga pandangan para pakar luar angkasa. Ini semua dilakukan demi memperoleh penilaian dan kesimpulan sementara yang lebih seimbang dan jernih.

Minggu, 28 Februari 2010

Populer = Benar?

Pandangan umum mengatakan bahwa jika banyak orang mengatakan sesuatu berarti hal tersebut benar adanya. Sesuatu yang populer berarti benar walaupun tidak didukung oleh berbagai fakta, bukti, dan argumen yang kuat. Sebagai contoh, banyak orang mengklaim telah melihat UFO, oleh karena itu, UFO memang ada. Banyak orang sesaat sebelum mati mengatakan melihat malaikat, oleh karena itu, malaikat memang benar ada. Banyak orang yang memiliki pengalaman out-of-body mengklaim telah bertemu sesosok yang disebut malaikat, dan tidak sedikit yang mengklaim telah melihat suatu tempat yang penuh cahaya yang kemudian ditafsirkan sebagai surga. Oleh karena itu, malaikat dan surga itu memang benar ada. Banyak orang mengatakan mengklaim telah melihat makhluk halus yang disebut, entah hantu, setan, atau apapun namanya, oleh karena itu, makhluk-makhluk tersebut memang benar ada. Banyak orang mengklaim dapat berkomunikasi dengan roh-roh orang yang telah mati, oleh karena itu, roh-roh itu memang benar ada. Banyak orang mengatakan bahwa mimpinya terjadi di dunia nyata berarti mimpi adalah sesuatu yang nyata dan berkaitan dengan dunia nyata.

Sebagian besar orang mengatakan bahwa "jumlah menentukan kebenaran suatu hal". Artinya, semakin banyak orang yang mengatakan atau mengklaim telah melihat atau mengalami sesuatu berarti hal itu benar adanya. Ketika banyak orang mengatakan telah melihat hantu artinya hantu itu memang benar. Ketika banyak orang mengatakan telah melihat malaikat dan pergi ke surga berarti malaikat dan surga itu memang benar ada. Ketika banyak orang mengatakan bahwa mimpinya berkaitan dengan dunia nyata berarti mimpi itu sesuatu yang nyata dan dapat terjadi di dunia nyata. Sebagian besar orang memegang keyakinan bahwa sesuatu yang populer berarti benar adanya. Sesuatu yang banyak diklaim orang menentukan kebenaran hal tersebut.

Apakah demikian? Apakah sesuatu yang populer serta-merta benar adanya? Apakah sesuatu yang banyak diklaim orang menjadi sesuatu yang benar? Apakah jika banyak orang mengatakan atau mengklaim suatu hal maka hal tersebut benar?

Saya akan mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang mempertanyakan klaim-klaim tersebut. Apakah pikiran manusia tidak bisa salah? Apakah pikiran manusia tidak mudah mengalami apa yang dinamakan dengan self-deception? Apakah manusia tidak cenderung mudah mengalami delusinasi? Bukankah manusia mungkin mengalami apa yang disebut dengan halusinasi? Bukankah manusia perlu senantiasa memeriksa pikirannya sehingga memperoleh pemandangan dan pikiran yang lebih jernih dan cermat?

Jika banyak orang memang mengklaim bahwa malaikat dan surga itu ada, apakah dasarnya? Adakah bukti-bukti yang konkret? Jika banyak orang memang mengklaim pernah melihat hantu atau bisa berkomunikasi dengan roh orang yang telah meninggal, apakah klaim tersebut didasarkan pada sesuatu yang nyata? Apakah klaim tersebut telah diuji oleh ilmu pengetahuan dan didasarkan pada akal sehat manusia? Jika banyak orang memang mengklaim bahwa mimpi mereka dapat terwujud dalam dunia nyata, apakah hal tersebut didukung oleh berbagai bukti dan argumen yang relevan dan kuat?

Banyak orang mendukung pernyataan atau klaim mereka dengan mengatakan bahwa pengalaman mereka itu juga dialami oleh banyak orang lainnya, pada waktu dan tempat yang berbeda. Apakah penjelasan tersebut cukup kuat dan masuk akal? Penjelasan seperti itu tidak cukup kuat walaupun masuk akal. Tidak cukup kuat karena sangat mungkin beberapa atau bahkan banyak orang mengalami kejadian yang serupa atau sama persis hanyalah kebetulan yang tidak dapat diduga. Harus selalu diingat dan ditekankan bahwa "kebetulan" dalam hidup manusia menjadi salah satu aspek yang juga harus diperhatikan ketika menganalisis berbagai pengalaman atau klaim seseorang. Semua pengalaman orang sangat bersifat subjektif. Artinya, dipengaruhi oleh perkembangan psikologis dan sosiologis orang yang mengalami hal tersebut. Tentu, pengaruh psikologis dan sosiologis yang serupa sangat mungkin dialami oleh orang lain yang berada di tempat lain pada waktu yang berbeda ataupun sama. Namun, ini tetap tidak membuktikan bahwa klaim yang dinyatakan banyak orang sebagai sesuatu yang benar.

Setiap kali orang mengatakan atau mengklaim sesuatu yang "tidak biasa", seperti malaikat, surga-neraka, hantu, atau UFO maka orang yang menyatakan hal tersebut haruslah bisa mendukung klaimnya tersebut dengan berbagai bukti dan argumen yang relevan, kuat, dan masuk akal. Pernyataan-pernyataan seperti: "saya melihatnya sendiri dan banyak orang juga melihatnya" atau "saya mengalaminya dan dialami banyak orang lainnya" atau bahkan "saya mendengar orang banyak mengatakannya" bukanlah bukti yang relevan. Mengapa demikian? Karena otak manusia sangat mampu memberikan gambaran-gambaran tertentu yang tidak nyata akibat gangguan yang dialami, entah oleh jaringan syaraf otak, pengalaman kuat tertentu (menyenangkan, menyedihkan, ataupun menyakitkan), maupun dorongan yang begitu kuat untuk melihat atau mengalami atau mempercayai hal-hal tertentu.

Oleh karena itu, berpikir kritis dan bersikap skeptis sangatlah diperlukan ketika seseorang menganalisis sebuah masalah dan kenyataan yang terjadi dalam hidupnya. Dengan demikian, selain mengawasi emosi seseorang yang seringkali mengakibatkan penafsiran menjadi kabur, maka mengawasi pikiran seseorang juga menjadi sesuatu yang harus diperhatikan demi penafsiran yang jernih dan cermat. Jangan pernah menganggap remeh kemampuan otak manusia dalam menciptakan berbagai pikiran yang "hebat"!