Tampilkan postingan dengan label Supernatural. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Supernatural. Tampilkan semua postingan

Kamis, 11 November 2010

Ketakutan > Loncat

Ternyata ketakutan bisa mengakibatkan peristiwa yang cukup tragis, apalagi jika ketakutan itu begitu mencekam sehingga orang yang mengalaminya tidak mampu memisahkan dan membedakan antara kenyataan dan halusinasi. Hal inilah yang dialami 11 orang termasuk seorang bayi ketika mereka dikejutkan oleh teriakan seseorang yang menganggap dirinya telah melihat setan. Kontan setelah mendengar teriakan itu ke-11 orang itu pun loncat dari lantai dua sangking takutnya. Peristiwa konyol tersebut terjadi sekitar pukul 03.00 ketika 13 orang sedang menonton televisi. Kemudian seorang laki-laki mendengar bayinya menangis, ia pun beranjak membuatkan susu dalam keadaan tidak mengenakan pakaian. Ketika sedang membuatkan susu itulah beberapa orang melihat laki-laki telanjang tersebut dan menganggapnya sebagai setan dengan berteriak, "Ada setan... ada setan...!" 

Ketika ketakutan yang mencekam menguasai seseorang akibat mudah terpengaruh oleh adanya teriakan, itu artinya orang tersebut tidak mampu membedakan antara hal yang riil/nyata dan hal yang merupakan halusinasi. Hal tersebut semakin diperparah karena orang tersebut sangat mudah percaya pada sesuatu yang berasal dari luar dirinya, misalnya: teriakan atau perkataan orang lain. Ia serta-merta percaya kepada orang lain dan hal itulah yang menyebabkannya bertindak/berlaku berdasarkan sesuatu yang berasal dari luar dirinya. Akibatnya, salah satunya adalah seperti peristiwa yang terjadi di Versailles, Perancis, dalam berita di atas.

Jika orang beranggapan rasionalitas seseorang menentukan keputusan yang dimiliki seseorang, khususnya dalam kaitannya dengan hal-hal supernatural dan paranormal, ternyata anggapan tersebut tidaklah tepat karena rasionalitas seseorang belum cukup membuat seseorang untuk mampu membedakan antara yang nyata dan halusinasi serta delusinasi. Artinya, rasionalitas seseorang tidak cukup untuk membuat manusia untuk tidak percaya dan menerima hal-hal yang supernatural dan paranormal, bahkan tidak jarang orang yang rasionalistis malah sangat mempercayai berbagai hal yang bernuansa supernatural dan paranormal.

Dengan demikian, hal apakah yang bisa dijadikan tolok ukur untuk menilai berbagai hal yang berkaitan dengan supernatural dan paranormal? Setidaknya ada satu "benteng" yang bisa diandalkan, yakni: sikap skeptis. Ini artinya jika seseorang memiliki sikap yang kritis, ia tidak akan mau, apalagi mudah, percaya pada pandangan ataupun kepercayaan orang lain. Seorang yang skeptis tidak akan menerima pernyataan ataupun argumen orang lain sekalipun pernyataan atau argumen itu dikeluarkan oleh otoritas tertentu dalam masyarakat. Seorang skeptik tidak mau menerima dan memeluk kepercayaan orang lain sebelum ia mengujinya terlebih dahulu dengan daya kritis yang dimilikinya.

Oleh karena itulah rasionalitas seseorang seharusnya muncul/berangkat dari sikap skeptis yang dimilikinya, di mana awalnya ia meragukan segala hal yang terjadi di sekitarnya, terlebih meragukan pernyataan ataupun argumen orang lain. Semangat seorang skeptik adalah meragukan setiap sebelum hal itu melalui "pengadilan" akal budinya sendiri yang didukung oleh pikiran kritis dan argumen kuat yang dimilikinya. Jika hal ini terjadi maka  sudah sepantasnyalah peristiwa konyol yang ada dalam berita di atas tidak akan terulang kembali.

Selasa, 05 Oktober 2010

Ribuan Orang Menonton Kuntilanak Terbang

Warga kota Mamuju, Propinsi Sulawesi Barat (Sulbar) geger karena menyaksikan kuntilanak yang melayang-layang di atas sebuah rumah kosong di Jalan Macciranae. Diakui warga setempat bahwa kuntilanak itu terbang dan menghilang di langit menjelang tengah malam. Para saksi mata mengaku jika peristiwa itu terjadi lebih dari satu kali alias berulang kali. Dikabarkan juga bahwa peristiwa tersebut disaksikan bukan oleh beberapa atau puluhan orang, bahkan disaksikan ribuan orang. Apakah peristiwa penampakan kuntilanak yang disaksikan ribuan orang terbang berulang kali menjelang tengah malam itu bisa diperhitungkan sebagai sesuatu yang nyata? Apakah pengakuan ribuan orang yang menyaksikan peristiwa yang sama bisa dianggap sebagai kebenaran? Apakah pengakuan ribuan orang itu bisa dipercaya?

Mari kita perhatikan dua pengakuan dalam berita di atas, yang pertama berasal dari Iccal (alinea kedua). Dia mengatakan bahwa sudah beberapa hari belakangan (hingga Sabtu minggu lalu) warga sekitar tempat kejadian muncul dan terbangnya kuntilanak itu geger karena peristiwa tersebut. Pengakuan Iccal tersebut sama sekali tidak menyebutkan apakah ia sendiri pernah menyaksikan peristiwa yang sama melainkan hanya melaporkan bahwa warga dihebohkan oleh kemunculan kuntilanak. Oleh karena itulah ia tidak bisa dianggap sebagai saksi mata. Artinya, Iccal hanya melaporkan pengakuan yang didengar dari orang lain. Ini artinya ia tidak menguji informasih yang diperolehnya dari orang lain. Tidak begitu jelas apakah Iccal sendiri mempercayai pengkuan orang lain atau tidak mempercayainya. Dengan demikian, pengakuan Iccal tersebut tidak bisa dijadikan pegangan, patokan, apalagi dipercaya sebagai kebenaran karena ia hanya melaporkan pengakuan yang diperolehnya dari orang lain dan sama sekali tidak jelas, entah ia percaya ataupun tidak percaya pada informasi yang telah diperolehnya.

Pengakuan kedua berasal dari Bambang (khususnya alinea ketujuh). Berbeda dari Iccal yang sama sekali tidak jelas, apakah ia percaya atau tidak percaya pada kuntilanak yang terbang itu, sementara Bambang, mengaku telah melihat sendiri keberadaan kuntilanak itu. Meski ia mengaku telah melihat sendiri dengan jelas kuntilanak itu, namun ia tidak menjelaskan bentuk/rupa kuntilanak yang dilihatnya, apakah persis sama dengan bentuk/rupa yang sebelumnya dilihat warga, yakni "kain putih yang mengepak-ngepak" (alinea kelima) atau "kain putih melayang di udara yang terbang ke sana kemari" (alinea keenam). Pengakuan Bambang sama sekali tidak berisi informasi mengenai bentuk/rupa makhluk yang dilihatnya melainkan ia hanya mengatakan telah melihat makhluk tersebut. Dengan demikian, pengakuan Bambang pun tidak bisa diperhitungkan sebagai laporan yang kuat karena sama sekali tidak menyediakan informasi yang jelas. Artinya, pengakuan Bambang sangatlah akibat tidak didukung oleh informasi yang relevan.

Hal berikut yang harus juga diperhatikan dari berita di atas adalah banyaknya orang (ribuan) yang mengaku telah melihat kuntilanak itu. Sebagian besar orang begitu mudah menerima/percaya pada pengakuan orang lain dan menganggap jika suatu peristiwa disaksikan orang banyak maka peristiwa tersebut benar atau sungguh-sungguh terjadi. Ini adalah salah satu kesesatan dalam berpikir karena mengandalkan banyaknya suara yang mengatakan hal yang sama mengenai fenomena tertentu. Mengapa sesat? Karena belum tentu banyaknya suara (popularitas) sesuatu menjadikan hal tersebut sebagai kebenaran. Belum tentu suara terbanyak itu yang benar karena bisa saja yang banyak itu telah keliru atau bahkan salah melihat, menganalisis, dan menyimpulkan suatu objek atau fenomena. Inilah yang dinamakan dengan halusinasi massa ketika banyak orang menganggap telah melihat sesuatu dan memperhitungkannya sebagai kebenaran. Contoh: fenomena crop circle yang awalnya dianggap dibuat oleh alien ternyata dibuat oleh orang-orang yang memang sengaja membuatnya, entah untuk menipu orang lain (membuat heboh) ataupun sebagai suatu karya seni.

Dengan demikian, meski suatu peristiwa/fenomena diakui telah disaksikan oleh begitu banyak orang, hal tersebut tidak bisa dijadikan tolok ukur untuk menilai dan menyimpulkan hal tersebut sebagai kebenaran karena seringkali emosi seseorang terlibat bahkan menguasai orang-orang yang bersangkutan. Artinya, orang-orang tersebut memang sudah datang dengan keinginan yang kuat untuk melihat sesuatu yang sebelumnya sudah dipercayainya, atau setidaknya, mereka datang dengan keinginan yang begitu kuat untuk melihat sesuatu yang memang ingin dilihatnya. Mereka datang karena ingin memuaskan kepercayaan/keyakinan yang sudah dimiliknya terlebih dulu. Oleh karena itulah ketika mereka melihat sesuatu yang unik, janggal, atau aneh mereka segera menafsirkan dan menyimpulkan hal tersebut sebagai sesuatu yang sudah diyakininya. Dengan berdasar pada penilaian seperti inilah, maka fenomena kuntilanak yang melayang seperti di dalam berita di atas dianggap sebagai kebenaran oleh ribuan warga.

Jadi, bagaimanakah sikap yang bijak dalam menanggapi berita-berita dan berbagai pengakuan orang khususnya yang berbau paranormal? Pertama, orang harus dengan sadar penuh mencurigai suara terbanyak karena hal tersebut bisa saja salah karena sesungguhnya yang dialami orang banyak itu adalah apa yang dinamakan dengan halusinasi. Kedua, orang harus mengawasi emosi yang seringkali mengendalikan dirinya. Artinya, seseorang harus sadar penuh bahwa ia tidak boleh melibatkan emosinya ketika menafsirkan, menilai, dan menyimpulkan suatu peristiwa/fenomena. Bagaimana cara mengawasi dan mengendalikan kedua hal tersebut? Gunakanlah ilmu pengetahuan untuk menilai setiap hal yang bernuansa paranormal dan supernatural, tentu, dengan ditopang oleh pikiran kritis dan sikap skeptis. Jika ini dilakukan maka tidak akan terjadi hal seperti yang dialami ribuan warga Sulbar yang menafsirkan dan menyimpulkan kain putih yang melayang di udara sebagai makhluk yang disebut dengan kuntilanak yang sampai beberapa hari membuat heboh warga.

Selasa, 21 September 2010

Iseng

Memang harus diakui jika banyak orang menyukai atau tertarik pada hal-hal misterius, seperti penampakan hantu, kuntilanak, tuyul, dan sejenisnya. Hal itu ditunjukkan dengan tidak sedikit nang yang mudah dan cepat memberikan berbagai penafsiran paranormal terkait dengan hal-hal itu tanpa memperhatikan berbagai bukti relevan karena mereka mudah percaya pada dan mengikuti opini publik. Oleh karena itu, banyak orang yang menafsirkan hal-hal misterius yang ditemui, bahkan hanya didengarnya dari orang lain itu secara berlebihan sehingga terkesan panik. Inilah sepertinya yang baru-baru ini dialami warga Kelurahan Komet, Kota Banjarbaru, Kalimantan, mengenai penemuan barang aneh yang dinamakan dengan jenglot. 

Warga Kota Banjarbaru mengaku ketika  mereka kembali setelah memanggil Satpol PP setempat untuk melaporkan penemuan benda aneh tersebut ternyata benda itu telah berpindah tempat sekitar 5-6 meter dari tempat semula ketika ditemukan warga. Tak pelak lagi hal tersebut semakin membuat warga terkejut, panik, dan merasa ada sesuatu yang sungguh aneh berkaitan dengan benda tersebut. Padahal warga tidak perlu merasa terkejut, panik, apalagi aneh mengenai keberadaan benda tersebut, terlebih menafsirkannya sebagai benda dan peristiwa yang berbau mistis atau paranormal. Mengapa? karena sangat mungkin hal itu tidak lebih dari keisengan orang (sekelompok orang) yang dengan sengaja telah melakukannya untuk menakut-nakuti atau membuat panik warga. Dan memang terbukti, banyak warga yang terkejut bahkan panik akibat adanya benda tersebut. Buktinya, warga sampai melaporkan hal tersebut kepada Satpol PP setempat. 

Jangan-jangan jika suatu hari ada penemuan yang dianggap lebih heboh, aneh, dan mengejutkan warga, mereka akan melaporkannya pada polisi atau mungkin juga TNI. Jika ini benar-benar terjadi, betapa berlebihannya sikap warga tersebut. Sikap yang seharusnya sama sekali tidak perlu terjadi seandainya warga memiliki daya pikir kritis dan sikap skeptis yang memadai, khususnya terhadap berbagai hal yang selama ini dianggap paranormal dan/atau supernatural.

Kamis, 26 Agustus 2010

Hantu Genderuwo

Seorang warga Desa Wates, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, mengaku jika dada suaminya dilukai oleh "makhluk" yang oleh warga sekitar diyakini sebagai hantu genderuwo. Ketika peristiwa itu terjadi ia sedang tidur dengan suaminya di ruangan yang sama dan ketika tiba-tiba terbangun ia melihat sesosok besar menyerupai manusia sedang berjalan ke luar kamarnya. Ketika dibangunkan oleh Jumaasih - nama ibu tersebut - ternyata suaminya (Setulam) sudah dalam keadaan pingsan. Peristiwa tersebut dipercaya oleh warga karena hantu genderuwo itu hendak mengambil hati Setulam untuk menambah kesaktiannya sehingga meninggalkan luka sepanjang lima sentimeter akibat kuku "makhluk" tersebut. 

Apakah memang benar ada "makhluk" yang tidak jelas "identitas"-nya yang berusaha mengambil hati manusia akibatnya ia melukai korbannya? Bagaimana menjelaskan hal tersebut? Jika ya, mengapa ada "makhluk" yang berusaha mengambil hati manusia? Untuk menambah kesaktiannya? Jawaban yang sangat tidak memuaskan karena begitu pendek dan sederhana. Jika jawabannya tidak, maka perlu diberikan penjelasannya. Inilah yang menjadi fokus tulisan ini. 

Beberapa waktu lalu pernah diangkat tulisan mengenai Pisau Ockham. Nah, berita di atas coba dijelaskan dengan menerapkan Pisau Ockham. Dengan menggunakan Pisau Ockham maka berita mengenai apa atau siapa yang telah melukai laki-laki malang tersebut akan lebih jelas  dan nyata ketimbang menggunakan penjelasan mistik seperti yang dipercaya oleh warga Desa Wates. Pisau Ockham selalu berusaha mencari dan memberikan penjelasan yang rasionalistik terhadap berbagai hal, khususnya hal-hal yang berkaitan dengan supernatural dan paranormal. Beberapa kemungkinan rasionalistik bisa dikemukakan terhadap peristiwa tersebut: 

Kemungkinan pertama adalah bahwa laki-laki malang tersebut ketika tidur tanpa sengaja  telah melukai oleh dirinya sendiri. Namun berdasar pada luka yang di dadanya yang sepanjang lima sentimeter dengan didukung oleh keterangan medis, maka menjadi tidak mungkin jika laki-laki tersebut melukai dirinya sendiri hanya dengan kukunya. 

Kemungkinan kedua adalah bahwa laki-laki malang tersebut telah dilukai oleh istrinya sendiri, entah sengaja ataupun tidak sengaja. Namun, kemungkinan kedua ini lumayan kecil tingkat kemungkinannya karena melibatkan istri laki-laki tersebut walaupun sama sekali menyingkirkan adanya kemungkinan hal tersebut. Oleh karena itu, dibutuhkan kemungkinan ketiga. 

Kemungkinan ketiga adalah bahwa laki-laki malang tersebut telah dilukai oleh penjahat yang masuk ke dalam rumahnya ketika ia dan istrinya sedang tidur. Namun, ketika ia sedang melakukan perbuatan jahatnya tanpa diduga istri laki-laki itu terbangun sehingga penjahat itu menghentikan perbuatannya dan kabur. 

Setidaknya ada tiga kemungkinan rasionalistik yang bisa dikemukakan dengan bantuan Pisau Ockham, dan kemungkinan yang paling masuk akal dari ketiganya adalah kemungkinan yang ketiga, di mana laki-laki itu telah dilukai oleh penjahat. Harus diingat bahwa Pisau Ockham berusaha memberikan penjelasan yang paling masuk akal dengan menyingkirkan berbagai hal yang berkaitan dengan mistik. "Semangat" Pisau Ockham adalah memberikan sebanyak mungkin kemungkinan yang masuk akal, jelas, dan nyata. Oleh karena itu, semua penjelasan paranormal dan supernatural bisa dijelaskan dengan Pisau Ockham dengan mengajukan sebanyak mungkin kemungkinan yang masuk akal ketimbang penjelasan paranormal dan supernatural yang selalu simplisistik, seringkali tidak jelas, dan tidak konsisten. 

Dengan demikian, tidak seperti berbagai penjelasan paranormal dan supernatural yang selalu begitu menyederhanakan perkara, seringkali tidak jelas, dan tidak konsisten serta hanya mengemukakan satu kemungkinan, sebaliknya, Pisau Ockham akan sangat membantu dengan memberikan penjelasan yang tidak menyederhanakan perkara, berusaha konsisten pada peristiwa yang terjadi, dan mengajukan kemungkinan rasionalistik sebanyak mungkin. Jika penjelasan paranormal dan supernatural ketat pada hal-hal mistik dan gaib, sementara Pisau Ockham akan berusaha memberikan penjelasan yang tidak mistik atau gaib dengan mengajukan berbagai kemungkinan yang berlawanan dengan hal-hal mistik atau gaib karena sesungguhnya hal-hal mistik atau gaib bisa dijelaskan secara nalar.

Jumat, 09 Juli 2010

Pantesan...

Tidak aneh apalagi mengejutkan jika masyarakat dalam suatu negara percaya terhadap berbagai hal yang bernuansa paranormal dan supernatural karena pemimpinnya pun percaya pada hal-hal tersebut. Hal ini terungkap melalui kata-kata Presiden SBY yang - mungkin bagi banyak orang sangat sepele - menunjukkan jika ia percaya bahwa ada, entah sosok ataupun kekuatan, yang hidup bahkan melindungi sebuah pohon. Mungkin kata-kata SBY tersebut diungkapkan sebagai candaan, namun karena hal tersebut keluar dari mulut seorang pemimpin tertinggi negara, maka dampaknya bisa cukup luas karena dibaca dan/atau didengar oleh banyak orang (rakyatnya). Sedikit-banyak kata yang sepertinya remeh tersebut bisa mempengaruhi masyarakat luas karena diucapkan oleh seorang presiden yang notabene kata-kata serta tingkah lakunya dipercaya sekaligus diteladani oleh warganya. 

Apakah ada penjelasan yang masuk akal mengenai mesin gergaji pemotong yang berkali-kali mati sehingga dianggap oleh SBY jika pohon yang hendak ditebang itu memiliki "penjaga"? Bisa jadi ketika itu mesin gergaji pemotong tersebut mengalami kemacetan yang mungkin diakibatkan oleh adanya salah satu bagian mesin yang bermasalah atau kurangnya minyak pelumas atau bensin yang digunakan untuk memberi daya pada mesin tersebut sehingga mesin itu pun tidak berfungsi sebagaimana seharusnya. Oleh karena itu, seharusnya selalu diupayakan untuk mencari penjelasan yang masuk akal terlebih dulu ketimbang orang sampai pada kesimpulan yang membawa-bawa hal paranormal atau supernatural. 

Orang yang selalu berupaya mencari penjelasan yang masuk akal sesungguhnya ia bukanlah orang yang malas yang ingin cepat-cepat sampai pada kesimpulan melainkan orang yang selalu mau menggunakan akal sehatnya demi penjelasan yang jernih dan cermat. Orang yang tidak terburu-buru mengambil kesimpulan terhadap banyak tanpa melibatkan hal-hal paranormal dan supernatural pada kesimpulannya itu adalah orang sabar dan tidak mau membuat kesimpulan yang asal-asalan. Orang yang sabar dan tidak mau membuat kesimpulan yang asal jadi tersebut termasuk orang yang skeptis.

Minggu, 23 Mei 2010

Kesurupan di Atas Sepeda Motor


Liputan 6.com memuat berita singkat mengenai seorang perempuan yang dipercaya kesurupan ketika mengendarai motor sehingga ia membahayakan, baik dirinya sendiri maupun orang lain. Berita edisi Sabtu, 22 Mei 2010 tersebut diberi judul “Tengah Berkendaraan, Perempuan Kesurupan.”
Liputan6.com, Bulukumba: Kesurupan saat mengedarai sepeda motor. Itulah peristiwa nahas yang dialami seorang perempuan di Bulukumba, Sulawesi Selatan, Jumat (21/5). Akibatnya, perempuan bernama Karmila itu menabrak pengendara sepeda motor lain. Karmila juga menabrak sepeda motor yang sedang diparkir dan nyaris menabrak mobil melaju ugal-ugalan.Tidak ada korban dalam peristiwa ini. Tapi, adu mulut sempat terjadi antara sejumlah pengendara dan petugas lalu lintas. Sebelum pingsan, Karmila sempat mengamuk dan berteriak-teriak. Warga di lokasi kejadian pun panik dan membiarkannya hingga terkulai lemas di lantai. Kemudian, warga membopongnya ke teras rumah untuk dipijat. (OMI/SHA)
==========
Menurut Kamus Bahasa Indonesia Online, lema “kesurupan” termasuk kata kerja yang artinya: kemasukan (setan, roh) sehingga bertindak yang aneh-aneh. Dengan mengacu pada definisi tersebut berarti perempuan tersebut dimasuki setan atau roh ketika ia mengendarai sepeda motor. Ini adalah berita yang sangat menarik karena sejauh sepengetahuan saya belum pernah ada berita mengenai orang yang dimasuki setan atau roh ketika sedang mengendarai sesuatu, entah motor, mobil, kapal laut maupun pesawat terbang. Sangat mengerikan ketika membayangkan jika peristiwa yang serupa (kesurupan) dialami oleh pilot yang sedang menerbangkan pesawat terbangnya.
Ada beberapa pertanyaan yang perlu dikemukakan terkait berita di atas. Pertama, apakah memang bisa yang namanya roh atau setan atau “makhluk halus” masuk ke dalam raga/tubuh/jasmani manusia kemudian mengendalikan atau “mengganggu” aktivitas raga manusia? Sejauh ini tidak ada penjelasan saintifik yang bisa menemukan dan menganalisis fenomena tersebut selain penggunaan istilah “supernatural.” Apa itu “supernatural”? Menurut Kamus Bahasa Indonesia Online, “supernatural” berarti: ajaib (tidak dapat diterangkan dengan akal sehat), gaib, adikodrati. Ya, ketika orang melihat sepintas fenomena kesurupan sepertinya ajaib karena tidak bisa diterangkan dengan akal sehat. Ini bisa terjadi karena pengetahuan orang yang melihat fenomena tersebut terbatas. Artinya, ia tidak atau belum memiliki pengetahuan yang cukup mengenai fenomena kesurupan. Sesungguhnya fenomena kesurupan bisa dijelaskan melalui penelitian otak dan psikologi yang terus mengalami perkembangan dengan didukung oleh penelitian sosial dan antropologi (mungkin Moralizm bisa menjelaskan fenomena kesurupan dari sisi medis).
Pertanyaan kedua yang bisa dikemukakan terhadap fenomena kesurupan seperti diberitakan di atas adalah: apakah mungkin perempuan tersebut mengalami kantuk atau sangat lelah sehingga ia kehilangan konsentrasinya yang mengakibatkan kecelakaan? Artinya, selalu ada kemungkinan jika sebenarnya ia ngantuk ketika mengendarai sepeda motornya sehingga ia membahayakan dirinya sendiri dan orang lain. Kemungkinan seperti ini sama sekali tidak boleh disingkirkan ketika orang hendak mencari tahu dan menjelaskan suatu peristiwa.
Kembali pada definisi “supernatural” menurut Kamus Bahasa Indonesia Online, maka seharusnyalan suatu hal yang belum bisa diterangkan oleh akal sehat tidak bisa disebut sebagai hal yang ajaib. Oleh karena itu, sesuatu yang belum bisa diterangkan dengan akal sehat sama sekali tidak berarti bahwa hal tersebut gaib atau adikodrati. “Fenomena” ini memang merasuki sebagian besar manusia, di mana mereka dengan cepat dan mudahnya mengatakan sesuatu itu sebagai hal gaib dan adikodrati hanya karena hal tersebut belum mampu dijelaskan menggunakan akal sehatnya. Akal sehat manusia sangat dipengaruhi oleh (ilmu) pengetahuan yang dimiliki seseorang. Oleh karena itu, jika seseorang belum mampu menjelaskan suatu hal maka sesungguhnya hal itu terjadi karena pengetahuan orang tersebut yang terbatas.
Keterbatasan (ilmu) pengetahuan manusia hendaknya tidak menjadikan manusia berhenti berpikir dengan menggunakan akal sehatnya. Keterbatasan pengetahuan manusia hendaknya tidak membuat manusia dengan begitu cepat dan mudah menamai atau menyebut hal-hal yang, entah didengar, dibaca, disaksikan, bahkan dialaminya sebagai hal-hal yang gaib dan adikodrati. Tidak ada yang gaib dan adikodrati dalam alam ini, tetapi yang ada hanyalah keterbatasan pengetahuan manusia untuk menjelaskan hal-hal yang oleh banyak orang dianggap sebagai hal-hal yang gaib dan adikodrati tersebut. Ketika hal yang disebut gaib dan adikodrati itu sudah bisa dijelaskan oleh akal sehat manusia, maka sesungguhnya hal itu tidak lagi merupakan sesuatu yang gaib dan adikodrati.