Rabu, 06 Oktober 2010

Aksi Solidaritas

Beberapa Rabi dan warga Yahudi mendatangi desa Beit Fajjar setelah salah satu Masjid di wilayah Tepi Barat itu diserang dan dirusak sekelompok orang tidak dikenal, walaupun diduga kuat perbuatan keji tersebut dilakukan orang-orang Yahudi. Tindakan yang dilakukan oleh beberapa Rabi dan warga Yahudi yang mendatagi desa Beit Fajjar itu  dianggap sebagai gerakan solidaritas terhadap warga Muslim Palestina yang tinggal di desa itu secara khusus, dan wilayah Tepi Barat secara umum. Ketika melakukan aksi solidaritasnya tersebut mereka pun membawa selusin Al-Quran untuk disumbangkan bagi warga Muslim yang beribadat di Masjid yang mengalami serangan itu.

Di satu sisi aksi yang dilakukan beberapa Rabi dan warga Yahudi tersebut bisa dianggap sebagai tindakan solidaritas terhadap warga Muslim Palestina yang mengalami serangan. Setidaknya, tindakan mereka tersebut bisa memberikan gambaran kepada warga Muslim Palestina bahwa tidak semua orang Yahudi berlaku keras sehingga diharapkan warga Muslim Palestina tidak melakukan stereotipe dan takut, bahkan membenci semua orang Yahudi. Untuk hal ini tindakan beberapa Rabi dan warga Yahudi yang tinggal di sekitar desa Beit Fajjar tersebut perlu dijadikan teladan karena mereka berusaha menenangkan sesamanya yang mengalami tindak kekerasan.

Namun di sisi lain, aksi solidaritas yang dilakukan beberapa Rabi dan warga Yahudi tersebut sangat mungkin menjadi sia-sia jika di antara pihak-pihak (Yahudi dan Palestina) yang bertikai terus melakukan aksi terornya dengan berdasar pada agama yang dianutnya. Ketika suatu tindakan yang mengancam kesejahteraan dan keselamatan orang lain didasarkan pada tradisi agama ("kitab suci" merupakan salah satu tradisi dalam agama), maka sesungguhnya agama tersebut telah gagal menuntun para pengikutnya untuk bertindak manusiawi. Agama yang selama ini diagung-agungkan dapat membawa manusia (baca: pengikutnya) menjadi lebih baik (manusiawi) ternyata malah membawa manusia pada jalan kekerasan. Jika demikian, agama tidak mampu membawa manusia pada keadaan yang lebih baik, tetapi sebaliknya, malah mengakibatkan manusia menjadi tidak manusiawi.

Aksi solidaritas yang dilakukan beberapa Rabi dan warga Yahudi seperti dalam berita di atas akan sia-sia jika tidak didukung oleh pemerintah, baik pemerintah Israel maupun Palestina, yang lebih mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan. Ketika berbagai aksi kekerasan yang dilakukan atas nama agama masih terus terjadi, maka sudah waktunya bagi manusia untuk meninjau kembali agama (-agama) yang ada, apakah masih relevan atau tidak. Jika ya, mengapa masih terjadi kekerasan yang dilakukan berdasarkan agama. Jika tidak, berarti agama sudah usang dan tidak perlu dijadikan dasar lagi sebagai kehidupan manusia, karena jika tetap dijadikan dasar, mau sampai kapan korban kekerasan akibat agama terus berjatuhan?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Tidak setuju dengan pandangan saya? Silahkan mendebatnya.