Selasa, 12 Januari 2010

Speechless

Di bawah ini merupakan e-mail yang saya terima dari salah seorang teman dan saya betul-betul speechless ketika dan segera setelah membaca e-mail tersebut. Saya sungguh-sungguh terpana, bahkan sampai bengong. Beragam hal berkecamuk di dalam otak saya, antara tertawa, jengkel, gemes, gregetan, dlsb. Untuk hal ini saya sampai tidak mampu berbuat apa-apa (memberikan komentar bahkan kritikan). Inilah e-mail teman saya tersebut. Selamat membaca.

Dear My Friends,

Boleh percaya, boleh juga gak ttg hal yang akan terjadi klo kalian ga menyenbarkan ini. Yang jelas yg harus bgt2 di percaya adalah Jesus Christ itu adalah benar2 Tuhan n Juruselamat qta, hanya melalui Dia lah qta beroleh keselamatan, okey,,,,,saya hanya berusaha memforward aja...

Disalin sesuai dengan aslinya oleh Uskup Agung Jakarta !!

AKU BERSUMPAH
ATAS NAMA YESUS KRISTUS DAN ROH KUDUS.

Pada Suatu malam,tatkala Sri Paus sedang asyik membaca sambil merenung di depan altar, karena asyiknya hingga ia kecapaian lalu tertidur dan bermimpi.

Didepan Sri Paus yang sedang membaca dan merenung, ia berjumpa dengan Yesus Sang Juru Selamat dan Penebus dosa dan berkata: "Wahai Karol Woztyla (nama kecil dari Sri Paus), ketahuilah bahwa di dalam dunia ini banyak diantara hamba-hamba yang mati dalam keadaan tidak beriman. Banyak orang kaya dan mampu tidak lagi menimbang sang kasih terhadap sesama dan terutama mereka yang hidup sebagai gelandangan. Banyak istri menyeleweng dan tidak lagi mendengarkan kata-kata suci. Karena itu wahai Karel Waltyin, hendaknya engkau serukan kepada umat kristiani agar berkata-kata selalu tentang kebaikan dan kebijaksanaan dan memiliki rasa kasih sayang terhadap sesama".

Sri Paus tertegun dan tak berani menatap wajahNya, lalu Yesus berkata lagi dengan penuh kasih sayang,: "Wahai karel Waltyin, ketahuilah bahwa AKULAH TERANG DUNIA. barang siapa mengikuti AKU, ia tidak akan berjalan dalam kegelapan, melainkan terang".

Demikianlah pesan
Tuhan Yesus Kristus melalui mimpi kepada Sri Paus.

Oleh karena itu, barang siapa yang telah menerima surat wasiat ini hendaknya ia menyalin
atau mengcopynya atau mem-forward paling sedikit 20 lembar dan mengirimkan kepada sanak saudara kerabat dan handai-taulan yang beriman. Maka anda mengalami/mendapat suatu keuntungan/berkat yang tidak terduga dalam 2 minggu kemudian. Apabila surat ini tidak jelas, maka upayakanlah saudara berkenan untuk membuat salinan ini sesuai dengan aslinya, sehingga menjadi jelas untuk dibaca.

Di Venezuela :

Riya Kisayana, tahun 1985 mendapatkan hadiah ulang tahun sebesar $1,000,000 dengan memenangkan undian sebab ia menyuruh sekretarisnya untuk menyalin dan mengirimkan
surat wasiat ini kepada sahabat-sahabatnya.

Di Mexico :

Margareth, tahun 1980 menerima surat wasiat ini,dan meremehkannya, karena ia seorang putri milyoner, beberapa hari kemudian dia diperkosa oleh beberapa pemuda tak dikenal dan ia menjadi gila.

Pluit (Jakarta/Indonesia ) :

Endang Wijaya membuang surat seperti ini ke tempat sampah di Pluit, kemudian ia dipecat dan dihukum atas kasusnya.

Banjarmasin ( Indonesia ) :

Kis di Banjarmasin membuang surat wasiat ini ke sungai, lalu akhirnya ia meninggal dan dimakan buaya.

Jakarta ( Indonesia ) :

P. Hutapea tahun 1978 menerima surat wasiat ini tapi lupa mengeposkan. Ia diberhentikan dari tugasnya di DPR, tetapi tahun 1980 ketika menerima kembali surat wasiat ini di Yogyakarta, ia segera mengeposkan dan mengcopy sebanyak 20 lembar, dan akhirnya ia menerima kembali jabatannya.

Jakarta ( Indonesia ) :

Sutradara Pettrajaya Burnama tahun 1992 hanya sempat mengirimkan beberapa copy dari surat wasiat ini. Akibatnya mobil kreditan disita dan wajib meninggalkannya rumah kediamannya. Pada Th 1993 ia menyalin dan mengcopy surat wasiat ini yang sudah tidak terbaca lagi, menjadi jelas dan terang lalu mengirimkannya kepada teman-teman atasannya sebanyak 20 lembar, akhirnya ia bisa memperoleh mobil baru lagi.

Di Italia :

Seorang juragan kapal yang kaya mendapat keuntungan besar, setelah mengcopy dan mengirimkan kepada seluruh relasinya dalam waktu lebih dari 2 minggu.

Di Philipina :

Presiden Ferdinand Macos tidak mengindahkan surat wasiat ini dan tidak lama kemudian ia terisingkir dari kedudukannya. Yang terjadi setelah anda mengirimkan surat wasiat ini, anda akan
menerima keuntungan. Tetapi jika anda tidak mengirimkannya, percayalah anda akan mendapat kesulitan yang sukar dipecahkan, terlebih-lebih mereka yang meremehkannya dan memutuskan dari peredaran, mereka akan mendapat hukuman dari Tuhan.

Dengan bukti diatas maka saya (Sri Paus) mengharapkan tidak meremehkan surat ini. Sesungguhnya surat wasiat ini sudah berantai dan atas nama Bapa, Putra dan Roh Kudus, anda akan mendapatkan hasil yang baik atau buruk, semuanya tergantung dari sikap anda melaksanakan perintah saya.

Persembahan pada Tuhan dengan segenap hatimu dan seluruh jiwa raga....!!! Kiranya Tuhan selalu menyertai anda dengan kasih-Nya. Tuhanlah gembalaku agar tidak tersesat, Tuhanlah perisaiku dalam menghadapi bencana. Surat wasiat ini telah disetujui oleh Pejabat dalam Pembangunan Kabinet yang beragama kristen.

Surat wasiat ini telah beredar mengelilingi dunia.. Jangan memberi uang atau materi dalam
surat ini Anda harus menggunakan waktu sesingkat mungkin agar wasiat ini dapat keliling dunia supaya mereka yang belum mengenal Yesus Kristus boleh memperoleh keselamatan abadi.

TUNGGU DALAM DUA MINGGU SETELAH MEMPERBANYAK/ MENGIRIMKAN
SURAT WASIAT INI !!!!! ANDA AKAN MENGALAMI BERKAT TUHAN, AMIN..

JANGANLAH ANDA MENGANGGAP BAHWA WASIAT INI ADALAH SUATU LELUCON, YANG ANDA TERIMA DARI POS/ EMAIL TETAPI PIKIRKAN BAHWA SURAT INI SANGAT DINANTIKAN OLEH MEREKA YANG HAUS AKAN FIRMAN ALLAH. AMIN.

Jangan liat keuntungan ato kerugian dalam memberitakan Firman Tuhan karena tidak ada keuntungan lain yang lebih besar dari penebusan dan keselamatan yang telah Ia berikan, tetapi anggaplah ini sebagai tugas yang diberikan kepada kita sebagai anak2 yang telah diselamatkan.
dan perlakukanlah ini,, karena memang kita percaya pada-Nya,, bkn hanya demi keberuntungan semata..

? ? ? ? ? ? ? ? ? . . . . S P E E C H L E S S . . . . ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Senin, 11 Januari 2010

Palmistry

Cukup banyak orang menyukai palm reading, yakni membiarkan orang lain membaca telapak tangannya, entah hanya untuk iseng-iseng maupun sungguh-sungguh mempercayainya. Palm reading atau palmistry atau chiromancy adalah aktivitas atau tindakan meramal 'nasib' seseorang' dengan melihat garis-garis, tanda-tanda, dan pola-pola yang terdapat di telapak tangan seseorang. Bahkan bukan hanya 'nasib', tetapi juga karakter dan kesukaan seseorang. Tindakan meramal 'nasib' seseorang dengan membaca telapak tangan banyak dilakukan di beberapa negara pada zaman klasik, seperti di India, China, dan Mesir. Buku pertama yang membahas mengenai hal ini terbit pada abad 15, sementara kata chiromancy sendiri berasal dari kata Yunani, cheir yang artinya tangan.

Menurut mereka yang mempercayai hal ini, jika anda bertangan kanan (tangan yang dominan), maka tangan kiri anda menunjukkan karakter-karakter anda, sedangkan tangan kanan menunjukkan pribadi dan berbagai potensi diri yang anda miliki. Orang-orang yang mahir membaca telapak tangan (palmist) mengklaim bahwa mereka mampu membaca berbagai garis telapak tangan orang. Beberapa garis yang ada di telapak tangan, dinamakan 'garis kehidupan', 'garis kepala', dan 'garis hati'. 'Garis kehidupan' menunjukkan fisik, sedangkan 'garis kepala' menunjukkan kemampuan intelektualitas, dan 'garis hati' menunjukkan emosi seseorang. Bahkan beberapa palmist mengklaim lebih jauh dengan mengatakan bahwa bentuk telapak tangan seseorang pun menggambarkan karakter orang tersebut, seperti: orang yang kreatif memiliki telapak tangan yang lebar seperti kipas, sedangkan orang yang sensitif memiliki ujung-ujung jari yang lancip namun memiliki telapak tangan yang gemuk.

Orang-orang yang mempercayai hal tersebut mengklaim bahwa palmistry sungguh benar adanya karena bentuk telapak tangan seseorang dapat berubah seturut kepribadian orang tersebut. Klaim seperti ini didasarkan pada keyakinan mereka bahwa apa yang menjadi karakter seseorang dapat dibaca atau dilihat melalui telapak tangannya. Artinya, telapak tangan seseorang merepresentasikan diri orang tersebut. Lebih lanjut mereka mengatakan bahwa tidak ada dua tangan yang sama persis. Telapak tangan setiap manusia berbeda, tidak ada mungkin sama. Hal inilah yang dijadikan dasar oleh para palmist sehingga mereka dapat mengatakan bahwa melalui telapak tangan seseorang dapat dibaca atau dilihat, seperti: siapakah jodoh, 'nasib', karakter, atau kesukaan orang itu.

Dengan demikian, palmistry atau chiromancy atau palm reading tidak jauh berbeda dari grafologi (membaca atau melihat tulisan tangan seseorang untuk menjelaskan karakter bahkan 'nasib' seseorang). Tindakan-tindakan seperti ini (palmistry dan grafologi) dapat menjerumuskan seseorang ke dalam sikap hidup yang malas karena orang yang percaya akan serta-merta menerima bahwa 'nasib' dirinya telah ditentukan sebelumnya. Bahkan yang lebih berbahaya, seseorang dapat terjebak ke dalam sikap hidup yang pasrah karena ia sungguh percaya bahwa 'nasib'-nya telah ditentukan dan dilihat melalui telapak tangannya. Palmistry dan grafologi, jelas, merupakan kegiatan yang sia-sia dan cenderung menyesatkan.

Namun, bagaimana jika ada orang mengatakan, "saya tidak mempercayai hal-hal tersebut, kok, hanya untuk iseng-iseng sekaligus mengisi waktu". Jawabannya: "apakah tidak ada aktivitas lain yang lebih penting dan bermanfaat untuk mengisi waktu daripada kedua hal itu?" Bagaimana jika ternyata ramalan atau tebakan seorang palmist 'tepat' seperti yang dialami atau dirasakan orang itu? Orang yang sebelumnya tidak percaya itu tentu akan menjadi percaya, bukan? Inilah 'jebakan' yang dimaksudkan tadi.

Minggu, 10 Januari 2010

Cakra

Menurut para praktisi yoga, cakra yang dalam bahasa Sanskritnya berarti roda atau lingkaran, merupakan pusat energi dalam diri manusia. (Harus diperhatikan di sini bahwa definisi energi dalam konteks ini tidaklah sama dengan energi seperti yang dipahami dalam dunia fisika. Oleh para penganutnya, energi yang dimaksud adalah energi yang alamiah yang berasal dari alam semesta. Energi ini tidak dapat diukur melainkan hanya dialami karena dipercayai oleh mereka yang menganutnya.) Bagi mereka yang mempercayainya, energi Cakra ini berawal dari tulang belakang (punggung) manusia yang kemudian berpuncak/berakhir di bagian atas kepala manusia. Oleh karena itu, para praktisi yoga selalu melakukan posisi tubuh yang mengkonsentrasikan atau memfokuskan prana tersebut sehingga dapat bersatu dengan yang Absolut.

Bagi mereka yang menganut aliran teosofi, cakra ini terdapat dalam astral body. Apakah itu teosofi? Apakah astral body? Secara sederhana, teosofi (kebijaksanaan ilahi) adalah aliran yang mempercayai bahwa ada orang-orang tertentu yang memiliki kemampuan memahami sifat alamiah (hakikat) Allah tanpa melalui pewahyuan melainkan pengetahuan yang diterima langsung dari kebijaksanaan-kebijaksaan kuno yang diwariskan secara turun-temurun. Sedangkan astral body merupakan tempat berdiamnya perasaan dan hasrat manusia dan memiliki aura. Namun, di mana dan bagaimana kaitan tubuh ragawi/jasmani manusia dan astral body tidak dapat diketahui. Sejauh yang dapat dijelaskan, kaitan antara tubuh ragawi/jasmani dan astral body adalah melalui kekuatan alam yang tidak dapat dilihat secara kasat mata. Astral body inilah yang dipercayai dapat meninggalkan tubuh ragawi/jasmani dalam peristiwa yang dinamakan out-of-body experience.

Kembali pada cakra, mereka yang mempercayainya mengatakan bahwa cakra tersebut memiliki warna-warna tertentu yang mencirikan aura seseorang. Warna-warna itu adalah merah, oranye, kuning, hijau muda, biru muda, biru tua, dan nila atau ungu). Warna-warna yang mencirikan aura orang itulah yang mampu menyingkapkan, bukan hanya keadaan fisik orang tersebut melainkan juga keadaan spiritual orang yang sama. Dengan berdasar pada warna-warna itu, maka keadaan fisik, mental, kejiwaan, bahkan spiritual seseorang dapat dibaca dan dijelaskan. Dan cakra tersebut dapat dilihat menggunakan teknik fotografi Kirlian. (Ditemukan secara tidak sengaja oleh Semyon Kirlian pada 1939, ketika sebuah objek fotografi diletakkan di atas sebuah bidang besi datar berada di medan listrik yang bertegangan tinggi, maka gambar objek itu akan muncul di atas bidang besi datar tersebut.)

Apakah segala hal yang terkait dengan cakra itu benar adanya? Tentu ya, bagi mereka yang mempercayainya. Bagaimana orang dapat menjelaskan kaitan antara energi yang dimiliki oleh manusia dan tubuh ragawi/jasmani manusia dan astral body, dan bahkan dengan aneka warna aura seseorang? Bagaimana dapat dijelaskan bahwa warna-warna aura manusia merupakan representasi dari keadaan fisik, jiwa, mental, bahkan spiritual seseorang? Bagaimana tubuh ragawi/jasmani manusia memiliki warna-warna tertentu? Sejauh ini belum ada penjelasan kuat yang didukung oleh berbagai data dan bukti yang ada. Yang pasti, energi cakra ini tidak memiliki ukuran yang pasti dan jelas melainkan hanyalah dipercayai oleh mereka yang yakin bahwa hal tersebut benar adanya.

Indigo Child

Dalam Reader's Digest edisi Indonesia terbitan bulan Februari 2009 mengangkat tema mengenai Indigo Child dalam tulisan berjudul "Memahami San Penyejuk Dunia" yang ditulis oleh Wahyu Hidayat (hlm. 79-83). Apakah Indigo Child itu? Apakah benar ada anak yang disebut Indigo Child?

Mengawali tulisannya, Wahyu Hidayat langsung mengatakan, "meski 'sakti', anak indigo tetaplah anak-anak yang butuh bimbingan dalam hidupnya". Kemudian ia mengangkat contoh seorang bernama Rama Mahatva (7 tahun) yang mampu menebak bahwa bayi yang dikandung ibunya berjenis kelamin laki-laki dan ternyata benar. Ia juga dikatakan memiliki 'kemampuan' beberapa gangguan kesehatan ringan, seperti pusing dan nyeri otot, hanya dengan sentuhan tangannya. Menurut ibunya, Rama yang memiliki tanda lahir di dahi berbentuk angka dua dalam abjad Arab, memiliki sifat dewasa. Jika melakukan kesalahan ia langsung minta maaf. Di sekolah, ia selalu menghindari konflik dan tak jarang menjadi penengah. Wahyu juga mengangkat cerita mengenai Aryo Hanindyojati (14 tahun) yang bisa melihat kehidupan sebelumnya (past life) seseorang. Diceritakan bahwa sejak masa TK ia bisa menulis huruf Cina kuno meski belum mempelajarinya. Ini disebabkan ia adalah reinkarnasi seorang panglima perang Cina.

Menurut seorang Psikiater, dr. Tubagus Erwin Kusuma, SpKJ (K), fenomena munculnya anak-anak Indigo dimulai sejak tahun 2000 adalah bagian perputaran dari evolusi dunia. Tujuan akhirnya adalah untuk membuat keseimbangan alam semesta. Lebih lanjut ia mengatakan bahwa Evolusi ini mengacu kepada siklus kalender galaksi yang mengikuti siklus edar tata surya. Berbeda dengan kalender Masehi yang mengikuti siklus edar matahari atau kalender Hijriah yang mengikuti siklus edaran bulan. Dan menurut kalender galaksi, alam sudah memasuki siklus baru, yaitu zaman baru (new age) yang sering disebut juga dengan milenium spiritual. Tanda-tandanya adalah dengan banyak lahirnya manusia dengan kecerdasan spiritual tinggi.

Bumi, alam semesta, bahkan manusia selalu mengalami evolusi, itu merupakan hal yang sangat lumrah. Bahkan moral manusia pun mengalami evolusi karena otak dan pikiran manusia mengalami perkembangan. Namun, ukuran
apa yang bisa digunakan sehingga tujuan evolusi dunia adalah untuk membuat keseimbangan alam semesta? Bagaimana bagaimana bisa diketahui bahwa tujuan akhir dari evolusi dunia adalah untuk membuat keseimbangan alam semesta? Tidak ada ukuran yang pasti. Jika dikatakan bahwa ukurannya adalah munculnya fenomena anak-anak Indigo, maka bukan baru belakangan ini saja (mulai tahun 2000 seperti yang dikatakan oleh dr. Tubagus) fenomena tersebut muncul. Dan jika dikatakan bahwa anak-anak Indigo muncul berdasarkan kalender galaksi, di mana alam sudah memasuki siklus baru, yakni zaman baru, maka gerakan yang biasa disebut zaman baru itu bukan baru muncul tahun 2000, namun sejak awal abad ke-20. Dikatakan juga bahwa zaman baru disebut dengan milenium spiritual. Apa yang dimaksud dengan milenium? Saya menduga kuat bahwa abad ke-21 ini adalah yang dimaksud dengan abad milenium. Namun, apa yang dimaksud dengan spiritual? Milenium spiritual? Apakah artinya abad 21 dicirikan dengan semakin banyaknya orang yang menganggap penting agama atau dunia roh? Mungkin ya, jika yang diambil contohnya adalah negara-negara di Asia, Afrika, dan Amerika Selatan. Bagaimana jika melihat pada Eropa, Amerika Serikat, Canada, dan Rusia? Apakah di negara-negara tersebut muncul 'gerakan' yang kembali pada agama dan dunia roh? Kenyataan yang berdasar pada startistik suara malah mengatakan sebaliknya. Khususnya di Eropa dan Amerika Serikat, jumlah orang-orang yang beragama, percaya pada dunia roh (Tuhan, malaikat-malaikat, orang-orang suci) semakin mengalami penurunan yang cukup signifikan. Dengan demikian, sama sekali tidak beralasan untuk mengatakan bahwa milenium ini adalah milenium zaman baru atau milenium spiritual karena sama sekali tidak didukung oleh data-data dan bukti-bukti.

Lalu mengapa ada anak-anak seperti yang diceritakan oleh Wahyu di atas? Mengapa mereka disebut anak-anak Indigo? Dr. Tubagus mengatakan bahwa mereka disebut Indigo karena anak-anak tersebut memancarkan aura berwarna indigo atau nila (campuran biru dan merah dengan komposisi biru lebih kuat) akibat aktifnya cakra keenam yang terletak di tengah dahi. Lebih lanjut ia mengatakan bahwa tubuh bioplasmik (ruh) kita memiliki tujuh pusat energi utama yang disebut cakra. Sebagai pusat energi, cakra berfungsi menyerap energi dari luar atau memancarkan energi dari dalam tubuh. Bagaimana cakra ini dapat dilihat berikut dengan warnanya? Cakra dapat dilihat dengan mesin aura video station. Apakah cakra dan aura itu? Saya akan membahasnya di tulisan lain.

Lebih lanjut mengenai anak-anak Indigo tersebut dikatakan bahwa di milenium spiritual ini banyak bermunculan manusia yang tingkat kecerdasannya lebih tinggi mencapai kesadaran spiritual. Oleh karenanya, menurut mereka yang mempercayai fenomena ini, anak-anak Indigo ini tidak hanya cerdas secara intelektual, tapi juga mental dan spiritual. Kelak, dunia akan lebih sejuk dan damai dengan keberadaan manusia-manusia Indigo. Ini merupakan pernyataan yang begitu optimistik dan naif. Mengapa saya mengatakan demikian? Keberadaan dunia yang lebih baik didasarkan pada harapan akan kepercayaan pada munculnya anak-anak yang diklaim memiliki 'kemampuan' berbeda dari anak-anak lainnya. Harapan akan keadaan dunia yang lebih sejuk dan damai bukannya didasarkan pada upaya untuk mengadakan kerjasama antar pihak demi kesejahteraan bersama dengan mengupayakan menekan penggunaan CO2, menghapuskan penggunaan nuklir, meningkatkan ekonomi, dan mengedepankan penggunaan ilmu pengetahuan dengan kritis dan bijak, namun berdasar pada anak-anak 'ajaib'. Dikatakan naif karena mengandaikan bahwa dunia kelak akan lebih sejuk dan damai karena 'kekuatan' anak-anak yang disebut Indigo. Harapan yang bukan didasarkan pada upaya bersama untuk melakukan kebaikan, tetapi menanti anak-anak Indigo. Harapan yang mirip dengan menantikan kedatangan Mesias atau Ratu Adil, yang akhirnya hanyalah isapan jempol. Bahkan cenderung pragmatis karena manusia digiring pada cara berpikir sederhana dengan tidak memperhatikan langkah-langkah manusiawi dengan memanfaatkan ilmu pengetahuan yang ada seraya terus mengembangkan daya berpikirnya, melainkan menaruh harapannya pada anak-anak Indigo.

Bagaimana menyikapi anak-anak Indigo? Dr. Erwin mengatakan bahwa kemunculan anak Indigo merupakan kepastian, jadi sebenarnya fenomena ini bukanlah hal yang luar biasa. Oleh karena mereka masih anak-anak yang masih suka bermain dan bersenang-senang, maka mereka harus ditangani secara tepat. Yang dibutuhkan dalam menangani anak-anak Indigo adalah manusia-manusia dewasa, artinya manusia yang baik secara fisik, mental, dan spiritual. Kedewasaan fisik itu ditandai dengan usia yang melampaui 20 tahun, kedewasan mental ditandai dengan Emotional Quotient dan Intelligence Quotient yang universal. Lebih lanjut dikatakan bahwa kedewasaan spiritual ditandai dengan kesadaran tinggi orang tersebut dalam menghayati dirinya sebagai makhluk rohani yang berjasmani, bukan sebaliknya.

Oleh karena anak-anak Indigo dianggap sebagai makhluk 'spesial', maka diperlukan juga orang-orang 'spesial' yang dianggap bisa menangani mereka. Sepertinya anak-anak Indigo harus ditangani oleh mereka yang betul-betul memahami mereka, di luar orangtua mereka. Apakah anak-anak Indigo tidak cukup 'ditangani' oleh orangtuanya sendiri? Apakah dengan demikian orangtua anak-anak Indigo dianggap tidak mampu memahami anak-anak mereka? Apakah sekarang orangtua sudah tidak mampu lagi memahami, menangani, dan 'mengendalikan' anak-anak mereka sendiri? Anak-anak Indigo harus ditangani oleh mereka yang memiliki kedewasaan rohani. Bukankah 99% masyarakat Indonesia masih beragama, percaya pada Tuhan, dan memiliki ruh yang kuat? Dengan demikian, anak-anak Indigo sepertinya cukup 'ditangani' oleh orangtua mereka masing-masing, kecuali tentunya ada organisasi-organisasi tertentu yang bisa mengambil keuntungan akibat 'ketidakmampuan' atau keengganan orangtua-orangtua yang mengklaim atau diberi tahu jika anaknya termasuk kategori anak Indigo.

Dalam tulisan tersebut juga diangkat empat ciri anak Indigo:
1. Anak Indigo memiliki sifat yang berbeda dengan anak-anak pada umumnya. Namun sifat-sifat ini bukanlah kelainan atau penyakit sehingga tidak perlu diobati atau diterapi. Yang dibutuhkan adalah pembinaan dari orangtua dan gurunya yang belum mengerti mengenai anak Indigo. Tentu, setiap anak memiliki keunikannya masing-masing. Ini merupakan hal yang sangat wajar, bahkan setiap manusia memiliki keunikannya. Tentu, orangtua, keluarga, dan guru diperlukan dalam mendidik dan membimbing anak-anaknya. Itulah fungsinya pendidikan dalam keluarga dan dalam masyarakat.
2. Anak Indigo memiliki jiwa yang telah matang. Ini ditunjukkan dengan kemampuan mereka dalam menerima dan memberikan kedamaian kepada lingkungannya. Mereka lebih tertarik pada hal-hal yang berkaitan dengan alam dan kemanusiaan. Ini pun hal yang sangat normal. Anak-anak dibentuk oleh keluarga dan masyarakat, bahkan masyarakat secara lebih luas juga dibentuk oleh komunitasnya; dengan siapa ia bergaul, berinteraksi, berkomunikasi. Bagaimana keluarga dan masyarakat memberikan nuansa yang begitu penting dalam kehidupan anggotanya. Anak Indigo lebih tertarik pada hal-hal yang berkaitan dengan alam dan kemanusiaan? Bukankah sebagian besar anak lainnya juga demikian? Bukankah ini adalah hal yang sangat wajar? Anak-anak cenderung menyukai kegiatan yang berkaitan dengan alam; menanam, memberi makan binatang, dan mempertanyakan banyak hal.
3. Anak Indigo bukanlah anak yang mengidap ADD (Attention Deficit Disorder) dan/atau ADHD (Attention Deficit Hyperactivity Disorder). Anak indigo aktif, tetapi tidak agresif atau destruktif seperti anak yang mengidap ADD/ADHD. Kalau anak ADD/ADHD mudah teralihkan perhatiannya, maka anak Indigo akan mengalihkan perhatiannya setelah apa yang dikerjakannya selesai. Sangat jelas dan pasti, tidak ada satu orangtua pun yang mau atau rela jika anaknya divonis mengidap ADD dan/atau ADHD. Mengapa? Karena itu tandanya ada bagian otak si anak mengalami gangguan/kerusakan. Kebanyakan orangtua menganggap bahwa jika anaknya mengidap ADD/ADHD berarti si anak mengidap gangguan mental. Dalam masyarakat berkembang anggapan keliru yang menyesatkan bahwa ADD/ADHD berkaitan erat dengan gangguan mental yang tidak dapat diobati. Akibatnya, orangtua menjadi malu. Sesungguhnya, ini adalah pandangan yang tidak tepat. ADD/ADHD bukanlah gangguan mental, walaupun harus diakui bahwa ada kerusakan kecil di bagian otak orang yang mengidapnya, namun ada obat-obat tertentu yang bisa dikonsumsi setelah berkonsultasi dengan dokter.
4. Anak Indigo bukan hanya cerdas, tetapi ia mampu melakukan sesuatu yang belum pernah diajarkan (perhatikan cerita mengenai anak Indigo di awal tulisan ini), sedangkan akan cerdas dapat melakukan sesuatu karena diajarkan. Pernyataan ini sama sekali tidak berdasarkan pada data-data dan bukti-bukti yang ada. Kita baru mengetahui cerita tersebut dari orang kesekian. Dengan demikian, kecenderungan bahwa cerita diplintir atau dibuat-buat atau dibesar-besarkan merupakan hal yang sangat mungkin terjadi. Kita tidak bisa menyingkirkan apalagi meniadakan bahwa cerita mengenai 'kemampuan' anak Indigo telah dibesar-besarkan.

Dikatakan di akhir tulisan tersebut bahwa anak Indigo cenderung egosentris, tidak mudah menyesuaikan diri dengan hal-hal yang bersifat tidak rasional dan tidak spiritual. Seakan-akan mereka adalah pemberontak. Kadang, mereka juga tidak mau ikut dalam permainan anak-anak dan lebih memilih untuk berdiskusi dengan orang dewasa. Pernyataan ini sangatlah janggal karena sama sekali bertolak belakang dengan klaim sebelumnya yang mengatakan bahwa anak Indigo memiliki jiwa yang telah matang. Anak Indigo tidak mudah menyesuaikan diri dengan hal-hal yang bersifat tidak rasional dan tidak spiritual? Ini merupakan dua frasa yang bertolak belakang. Anak Indigo sangat rasional sehingga menerima hal-hal yang spiritual? Bukankah hal-hal yang spiritual sangat tidak rasional, tidak masuk akal? Keberadaan anak Indigo sendiri pun tidak rasional. Bagaimana bisa dikatakan secara rasional bahwa seorang anak kecil merupakan reinkarnasi seorang panglima perang Cina? Jika dikatakan bahwa anak Indigo memiliki 'kemampuan' seperti menyembuhkan gangguan kesehatan yang ringan hanya dengan menyentuhkan tangannya, tanpa sama sekali memberikan obat, bukankah itu adalah hal yang tidak rasional? Bagaimana bisa gangguan kesehatan ringan dapat sembuh hanya dengan diusap? Bagaimana bisa dijelaskan secara rasional bahwa manusia mengeluarkan warna-warna tertentu? Bukankah itu tidak rasional?

Anak Indigo cenderung egosentris dan seakan-akan pemberontak. Jika demikian, bagaimana ia bisa sampai dikatakan telah memiliki kedewasaan mental dan akan dapat memberikan kesejukan dan kedamaian bagi lingkungan sekitarnya, terlebih dunia. Apa jadinya dunia ini jika banyak pemimpin yang berasal dari anak-anak Indigo? Jika dikatakan anak Indigo telah memiliki kedewasaan mental dan jiwa, tapi mengapa di akhir tulisan itu dikatakan bahwa "jiwanya bisa tak terkendali, terutama kalau mereka tidak ada yang mengarahkan". Mengapa mereka membutuhkan pengarahan? Toh, katanya anak Indigo telah memiliki kedewasaan jiwa dan mental, bahkan spiritual, tidak seperti anak-anak lainnya. Oh, karena ia merupakan reinkarnasi panglima perang Cina, yah? Karena panglima perang tentu cenderung keras dan tidak mengenal kompromi. Bagaimana yah...jadinya jika ada anak-anak Indigo yang diklaim merupakan reinkarnasi Hitler atau Pol Pot atau Stalin atau Musolini? Wooow akan sangat menarik tuh!

Dengan demikian, apakah ada yang disebut dengan anak-anak Indigo? Sama sekali tidak ada bukti yang mengatakan hal demikian. Tentu, setiap anak memiliki keunikan masing-masing. Bagaimana dengan ramalan-ramalan yang dilakukan mereka seperti diceritakan di atas? Kita sama sekali tidak memiliki bukti selain berdasarkan kata orang tertentu, yang tentu, harus diragukan kebenarannya. Anak-anak Indigo bukanlah anak-anak yang istimewa karena bukan hanya mereka yang melakukan hal-hal seperti: langsung minta maaf setelah berbuat salah, menghindari konflik, menjadi penengah, dan lebih memilih berdiskusi dengan orang dewasa. Kecenderungannya memang demikian, di mana anak-anak langsung minta maaf, menghindari konflik, dan menjadi penengah, yang semuanya diperoleh dari didikan keluarga dan masyarakat. Kecenderungan sifat alamiah manusia pun mendukung bahwa manusia selalu berusaha menghindari konflik dan mau menjadi penengah. Anak Indigo lebih memilih berdiskusi dengan orang dewasa? Adik saya sewaktu kecil dan beberapa anak kecil yang pernah saya temui juga lebih memilih berdiskusi dengan orang dewasa. Namun saya belum pernah mendengar jika mereka disebut sebagai anak-anak Indigo tuh... Lalu, mengapa muncul fenomena anak Indigo? Itulah masyarakat yang berkembang yang menggemari hal-hal yang 'ajaib' dengan tanpa mencoba memahaminya secara kritis, sehingga jatuh ke dalam pragmatisme. Mengapa manusia cenderung menyukai hal-hal yang 'aneh'? Karena itu semua membuat otaknya terbuai. Dan hal itulah yang dimanfaatkan orang-orang tertentu untuk mengisi kocek mereka, bukan?